13 Penyebab Kram Perut Selain Menstruasi

April 26, 2018

Kram tentu hal yang paling tidak menyenangkan, kram yang muncul saat sebelum atau selama haid adalah sesuatu yang normal. Ini disebabkan ketika prostagladin, suatu senyawa mirip hormon berkontraksi pada otot-otot rahim untuk membuang sel telur yang tidak dibuahi bersama dengan lapisan uterus.

Namun, bagaimana jika anda mengalami kram namun anda sedang tidak haid? Kemungkinan penyebabnya banyak, mulai dari ovulasi dan implantasi usus buntu serta kanker.

Ketika kram muncul maka anda beranggapan bahwa hal tersebut karena haid namun jika ternyata bukan, mungkin berikut adalah beberapa alasan mengapa anda mengalami kram.

1. Kehamilan Awal

Kemungkinan pertama yang paling sering menyerang ketika kram tanpa tanda-tanda menstruasi adalah kehamilan. Seringkali, ini adalah indikasi awal kehamilan.

Implantasi

Kram terjadi ketika janin menempel pada rahim. Hal ini dikenal sebagai nyeri implantasi yang terjadi sekitar seminggu sebelum anda pikir mendapatkan menstruasi dan rasa sakit diperut bagian bawah

Rasa sakit implantasi ini tidak bertahan lama. Anda bisa menghitung hari kapan anda ovulasi dan mengingat apakah anda melakukan hubungan intim dalam 4 hari sebelum ovulasi, pada hari ovulasi dan sehari setelahnya.

Trimester Pertama

Saat kehamilan Anda berlanjut, rahim Anda akan membentang dan mengental untuk mengakomodasi janin yang sedang tumbuh, maka Anda mungkin akan mengalami kram. Hal ini biasanya terjadi selama trimester pertama, sekitar 5-6 minggu kehamilan.

Jika anda masih tidak menyadari kehamilan anda, ini akan menjadi petunjuk. Nyeri awal kehamilan bisa berupa seperti nyeri atau rasa tusukan pada salah satu atau kedua sisi perut Anda. Pada beberapa kasus juga terjadi bercak darah.

2. Ovulasi

Seringkali, rasa kram yang hadir tanpa menstruasi adalah hal yang lebih serius daripada kehamilan. Beberapa wanita mengalami kram pada satu sisi bawah perut, selama atau setelah sel telur dilepaskan dari indung telur.

Proses ini dikenal sebagai ovulasi dan nyeri ovulasi disebut Mittelschmerz. Nyeri ovulasi ini biasanya bukanlah hal yang terlalu dikhawatirkan, kecuali jika terjadi sangat parah dan ini sangat jarang terjadi.

Sisi rasa sakit tergantung pada ovarium yang melepaskan telur, dengan demikian, rasa sakit akan berubah dari satu bulan ke bulan lainnya.

Intensitas kram berbeda dari satu orang ke orang lain. Kram biasanya berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam tapi juga bisa bertahan selama 24-28 jam. Dalam rata-rata 28 hari siklus menstruasi, kram dapat terjadi 10-14 hari sebelumnya.

3. Keguguran

Kehilang bayi yang belum lahir sebelum 20 minggu kehamilan disebut keguguran. Sakit perut atau kram adalah salah satu tandanya. Kram dimulai sebagai nyeri ringan seperti periode menstruasi, dengan berat di paha dan perut bagian bawah dan meningkat menjadi kram yang parah serta pendarahan.

Pendarahan menjadi tanda keguguran, jika pendarahan tidak berat bisa saja itu bercak tanda awal dari kehamilan. Penting untuk mengetahui nyeri ringan saat menstruasi atau nyeri normal selama kehamilan, tetapi jika rasa sakit berlanjut atau menjadi parah seiring waktu, segera beri tahu dokter Anda.

4. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi dimana endometrium atau jaringan yang melapisi bagian dalam rahim tumbuh di luar. Jaringan biasanya tumbuh di indung telur, tabung saluran indung telur, permukaan luar rahim dan jaringan yang mendukung rahim.

Hormon wanita tidak dapat mengenali bahwa jaringan ini tidak berada di rahim dan memperlakukan mereka sebagai jaringan rahim biasa. Hal ini mengakibatkan kram.

Kram endometrium dapat terjadi setiap saat setiap bulan, ketika jaringan tumbuh. Ini dapat menunda periode anda, meningkatkan aliran darah dan ketidaknyamanan selama seminggu. Kram dapat dirasakan pada perut bagian bawah, punggung dan daerah panggul. Endometriosis adalah salah satu penyebab ketidaksuburan.

5. Perimenopause

Menopause adalah berhentinya siklus menstruasi secara permanen dalam kehidupan seorang wanita, yang menunjukkan fase akhir kesuburan. Ini biasanya terjadi pada usia diantara 40 dan 51 tahun.

Pada fase menjelang menopause, yang disebut fase perimenopause, banyak wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur bahkan tidak mendapatkan menstruasi selama beberapa bulan.

Pada bulan-bulan ketika mereka tidak mengalami menstruasi, beberapa wanita terus mengalami kram menstruasi seperti periode menstruasi mereka biasanya. Hilangnya libido, kurang tidur, berkeringat di malam hari dan penambahan berat badan sering muncul bersamaan dengan kram.

6. Stenosis Serviks Uterus

Jika anda pernah melakukan operasi pada leher rahim atau mengalami trauma serviks, nyeri kram yang menyakitkan mengindikasikan stenosis pada serviks. Dalam kondisi ini, pembukaan uterus (leher rahim) menyempit sehingga darah menstruasi normal terhambat.

Hal ini menyebabkan kram parah tanpa terjadinya menstruasi. Dalam beberapa kasus, menstruasi mungkin teratur tetapi dengan sedikit pendarahan dan kram yang menyakitkan.

7. Kista Ovarium

Kantung berisi cairan yang berkembang dalam indung telur disebut kista ovarium. Kantung ini dapat terbentuk dalam dua kasus:

  • Ketika sel telur tidak dilepaskan dari folikel
  • Ketika folikel tidak larut setelah sel telur dilepaskan.

Kista ovarium dapat menyebabkan rasa sakit di bawah pusar, di sisi ovarium yang memiliki kista atau nyeri tumpul di punggung bawah dan paha. Jika kista memutari ovarium, rasa sakit juga bisa disertai mual dan muntah.

8. Kanker Ovarium

Kanker ovarium dapat menyebabkan kram perut atau panggul disertai rasa sakit di kaki dan punggung bagian bawah. Ini mungkin ringan di awal tetapi cenderung meningkat seiring dengan waktu, seperti sembelit atau gas.

Dalam beberapa kasus, disertai bercak dan hal ini bisa terjadi setiap bulan. Ada tekanan terus menerus pada perut bagian bawah yang tidak mereda. Serta gejala pembengkakan di perut, sembelit dan sering buang air kecil.

9. Sindrom Iritasi Usus

Jika anda memiliki sindrom iritasi usus (IBS), anda akan merasakan kram setiap bulan. Gangguan usus ini menyebabkan rasa sakit dan kembung di perut, setidaknya sembelit atau diare. Anda akan merasakan nyeri di perut setiap kali hendak buang air besar. Kram dapat berkurang setelah buang air besar tetapi bisa memburuk selama menstruasi.

10. Penyakit Radang Usus

Penyakit radan usus (IBD) adalah suatu kondisi dimana bagian dari saluran gastrointestinal (GI) meradang. Dua jenis IBD umum adalah penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

Penyakit chron dapat mempengaruhi setiap bagian dari saluran pencernaan, sementara kolitis ulserativa hanya mempengaruhi usus besar. Kram biasanya muncul di kiri bawah, kanan bawah atau di tengah perut tergantung pada jenis IBD.

11. Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi bakteri yang dapat tertular melalui hubungan seksual. Bahkan juga dapat disebabkan oleh bakteri normal yang berkembang di vagina. Ini dapat mempengaruhi rahim, indung telur, tabung saluran indung telur dan rahim.

Kram di perut bagian bawah adalah tanda yang paling umum dari PID. Kram dapat muncul setiap saat dalam sebulan, tidak hanya sekitar minggu periode biasa Anda. Hubungan seks yang menyakitkan dan buang air kecil adalah tanda-tanda lainnya. Jika tidak diobati dapat mengakibatkan kemandulan, kehamilan ektopik dan nyeri panggul.

12. Usus Buntu

Ini adalah salah satu yang terkenal penyebab dari kram perut. Apendiks adalah organ kecil yang ada di perut kanan bawah, di persimpangan usus kecil dan besar. Peradangan organ vestigial ini disebut apendisitis.

Kram biasanya berasal di sekitar pusar. Dalam beberapa jam, rasa sakit memancar ke arah perut kanan bawah dan menjadi lebih sering. Rasa sakit dapat dengan cepat meningkat dan tak tertahankan.

13. Oophoritis Autoimun

Oophoritis autoimun adalah suatu kondisi yang langka dimana sistem kekebalan tubuh menyerang indung telur, mengidentifikasinya sebagai benda asing. Hal ini membuat indung telur tidak berfungsi, menyebabkan mereka mengeras dan menyusut.

Hal ini menyebabkan kram perut dan periode menstruasi yang tidak teratur. Anda juga menjadi tidak subur karena kondisi ini.

Selain beberapa alasan yang telah disebutkan di atas stres, gaya hidup dan gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia juga dapat menyebabkan kram walaupun tanpa periode menstruasi.