7 Tanda Apakah Anda Terkena Glaukoma

January 19, 2018

Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, tapi secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta.

Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati. Berikut tanda bahwa anda mungkin terkena glaukoma:

1. Tiba-Tiba Kehilangan Penglihatan

Penyebab utama glaukoma adalah kehilangan penglihatan secara bertahap, yang sangat sulit untuk mendeteksinya. Bahkan ketika sudah terdektesi sekalipun, kemungkinan penyakit sudah terjadi secara permanen yang menyebabkan penglihatan tidak dapat dikembalikan.

Mencari bantuan segera, terutama jika di atas usia enam puluh tahun. Kedipkan mata secara terus menerus dan gunakan obat tetes mata untuk membersihkan mata agar penglihatan tetap fokus.

2. Perubahan Fisik Pada Penampilan Mata

Beberapa pasien yang menderita glaukoma melihat perubahan pada mata mereka ketika penyakit berkembang. Termasuk perubahan warna iris, struktur iris atau struktur lingkaran tipis di mata dan kelopak mata merah serta bengkak. Mata merah, kering dan gatal yang berlangsung secara terus menerus juga diindikasikan sebagai glaukoma.

3. Mual Atau Muntah Disertai Dengan Sakit Mata

Masalah dengan penglihatan atau fokus bisa menyebabkan mual atau muntah. Mual adalah gejala yang umum untuk beberapa penyakit, tetapi jika disertai sakit mata mungkin itu disebabkan oleh glaukoma. Nyeri mata atau sakit kepala yang parah dan kehilangan penglihatan bisa menyebabkan mual.

Tekanan Pada mata dapat menyebabkan sakit atau mual yang merangsang sakit kepala serta muntah membuat sulit berkosentrasi atau fokus pada objek. Kepekaan terhadap cahaya juga dapat menyebabkan mual dan harus diperiksa segera.

4. Mata Berat Atau Sakit Kepala

Sakit kepala disertai sakit mata yang muncul secara bersamaan bisa diindikasikan sebagai glaukoma. Retensi cairan di mata dapat menyebabkan tekanan yang akhirnya mengarah pada rasa sakit. Bahkan sebelum terjadi kehilangan penglihatan, segera diperiksa untuk menghindari kerusakan permanen.

Mata sakit yang tidak mempengaruhi penglihatan juga dapat menyebabkan sakit kepala karena ketidakmampuan atau ketegangan pada mata untuk fokus.

5. Kehilangan Penglihatan Sisi Samping

Glaukoma tidak memiliki banyak tanda atau gejala peringatan sebelum terjadi kerusakan permanen. Salah satunya adalah kehilangan penglihatan dari sisi samping, yang merupakan bidang pandang seseorang saat mata melihat lurus ke depan. Carilah pengobatan segera jika penglihatan samping menjadi kabur, mengabaikan gejala ini bisa menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen.

6. Melihat pelangi atau lingkaran cahaya

Karena penumpukan cairan di depan mata, orang yang mengalami glaukoma mungkin akan melihat pelangi atau lingkaran cahaya ketika melihat lampu, terutama pada malam hari.

Ini sangat berbahaya bagi pengemudi dikarenakan ketidakmampuan untuk fokus, saat adanya lampu depan dari kendaraan lain atau lampu senter. Jika setiap melihat lampu-lampu terang dan pencahayaan lain menyebabkan munculnya lingkaran cahaya, pelangi atau bintik-bintik cahaya, segera lakukan pengobatan.

7. Tiba-tiba Penglihatan Kabur

Tidak seperti Glaukoma sudut terbuka, yang biasanya tidak menghasilkan gejala pada awalnya, penglihatan kabur tiba-tiba bisa menjadi tanda serangan akut glaukoma sudut tertutup, atau dikenal sebagai glaukoma sudut dekat atau sudut sempit.

Hal ini terjadi ketika iris menghalangi cairan di sudut mata dan cairan terakumulasi di depan mata. Bila ini terjadi, tekanan pada mata terbentuk dengan cepat dan menyebabkan penglihatan kabur tiba-tiba, sakit mata parah, sakit kepala dan mual.

Glaukoma bisa menyerang siapa saja. Deteksi dan penanganan dini adalah jalan satu-satunya untuk menghindari kerusakan penglihatan serius akibat glaukoma. Bagi Anda yang berisiko tinggi disarankan untuk memeriksakan mata Anda secara teratur sejak usia 35 tahun.

Faktor risiko:

  • Riwayat glaukoma di dalam keluarga, saudara sekandung lebih beresiko dibandingkan orang tua dan anaknya.
  • Tekanan bola mata tinggi.
  • Miopia (rabun jauh).
  • Diabetes (kencing manis) dengan gula darah tinggi yang lama.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi buruk).
  • Kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya.
  • Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama.
  • Usia lebih dari 45 tahun

Dengan mendapatkan informasi dan menjaga kesehatan mata, Anda dapat menetapkan rutinitas kesehatan yang sesuai untuk Anda. Sedikit tips berikut dapat membantu dalam mengelola glaukoma Anda.

  • Menjaga mata anda tetap bersih dan bebas dari iritasi, khususnya bagi wanita untuk berhati-hati memilih produk kosmetik mata.
  • Jangan menggosok mata anda, meskipun beberapa obat glaukoma mungkin membuat terasa sedikit gatal atau kabur.
  • Memakai kacamata renang ketika berenang dan gunakan kacamata pelindung ketika melakukan olahraga yang berkaitan dengan kontak mata.
  • Makan makanan sehat, tidak merokok, tidak mengkonsumsi banyak kafein dan menjaga berat badan
  • Kurangi asupan garam membantu mencegah retensi cairan.

Jika anda menghadapi diagnosis glaukoma, hal yang paling penting untuk diingat adalah anda tidak sendiri. Jangan membatasi hidup anda karena glaukoma, karena kebanyakan pasien glaukoma tidak pernah buta. Jika didiagnosis lebih awal, anda mungkin tidak kehilangan penglihatan. Kunjungi dokter lebih sering serta penggunaan obat yang tepat.