Apa Itu Anemia Sel Sabit Serta Beberapa Fakta Yang Harus Anda Ketahui

February 24, 2018

Anemia sel sabit dikenal juga sebagai penyakit sel sabit, yaitu gangguan darah yang disebabkan oleh warisan hemoglobin abnormal, kemudian menyebabkan sel darah merah berubah menjadi sel sabit. Sel-sel sabit cukup rapuh karena itu mudah pecah.

Anemia terjadi saat sel-sel ini pecah dan jumlah sel darah merah akan menurun. Selain pecah, sel-sel sabit ini dapat menutup pembuluh darah, yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan organ serta rasa sakit.

Terlepas dari keseriusan dari kondisi ini, banyak orang yang tidak tahu banyak tentang hal ini. Mulailah membacanya untuk menemukan beberapa fakta mengenai tentang anemia sel sabit, dan apa sih sebenarnya anemia sel sabit ini?

Apa Yang Dimaksud Dengan Anemia Sel Sabit?

Anemia sel sabit adalah penyakit genetik sel-sel darah merah. Biasanya sel darah merah berbentuk bulat seperti piringan, yang memberikan mereka kebebasan untuk melakukan perjalanan bahkan dalam pembuluh darah terkecil sekalipun.

Namun, dengan penyakit ini, sel darah yang berbentuk sabit membuat mereka lengket satu sama lain sehingga menjadi kaku dan cenderung akan terperangkap dalam pembuluh darah kecil.

Dan pada akhirnya menutup darah untuk mencapai bagian tubuh lainnya, sehingga dapat menyebabkan rasa sakit dan kerusakan pada jaringan.

Diperlukan 2 salinan gen untuk mendapatkan penyakit ini. Jika hanya memiliki satu salinan gen, anda hanya dapat dikatakan memiliki sifat sel sabit.

Gejalanya

Gejala anemia sel sabit biasanya muncul pada usia yang masih muda. Muncul pada bayi sejak usia 4 bulan, namun umunya terjadi pada bayi usia 6 bulan.

Meskipun ada beberapa jenis penyakit sel sabit, rata-rata semua memiliki gejala yang sama, bervariasi dalam tingkat keparahan, termasuk :

  • Kelelahan yang berlebihan atau mudah marah
  • Kerewelan, pada bayi
  • Mengompol, masalah yang terkait pada ginjal
  • Penyakit kuning, menguningnya kulit dan mata
  • Sering infeksi
    Sakit di dada, punggung, lengan atau kaki.

Fakta-fakta Yang Mengejutkan Mengenai Anemia Sel Sabit

Salah Satu Kelainan Genetik Yang Paling Umum

Anemia sel sabit adalah salah satu kelainan genetik yang paling umum di dunia. Sekitar 100.000 individu hidup dengan kondisi ini di Amerika Serikat, dengan seribu bayi lainnya yang menambah angka ini setiap tahunnya.

Sebaliknya, hanya 50.000 individu yang bertahan hidup dengan kista fibrosis. Perkiraan jumlah individu yang terkena di seluruh dunia sulit untuk dijabarkan, tetapi diperkirakan sekitar jutaan.

Dapat Terjadi Dalam Satu Kelompok Etnis

Terlepas dari kelaziman penyakit sel sabit ini pada orang Afrika dan Afrika-Amerika, ini bukan soal mengenai “gen hitam”. Kelompok lain yang umumnya terkena kondisi ini termasuk warisan orang-orang dari Hispanik, Mediterania, Timur Tengah dan India.

Meskipun orang bule tidak beresiko mengalami anemia sel sabit, tapi mereka masih berkemungkinan dapat mewarisi kondisi ini. Karena seberapa banyak dan bagaimana hal ini bisa terjadi dalam satu ras atau kelompok etnis, penting bagi dokter untuk menyeleksi semua bayi yang mengalami kondisi ini segera setelah mereka lahir.

Sel Sabit Dan Malaria

Ya, kondisi ini memiliki hubungan yang erat. Gen sel sabit tampaknya terjadi paling sering pada individu dari belahan dunia dimana malaria sering terjadi. Anemia sel sabit mempengaruhi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh dan jaringan lainnya.

Pada penyakit sel sabit, ada hemoglobin sabit terdeoksigenasi yaitu darah yang tidak memiliki oksigen, yang membelokkan sel-sel darah dan menghalangi sirkulasi yang dapat merusak jaringan tubuh.

Ini Merupakan Lebih Dari Sakit

Salah satu hal pertama yang dipikirkan oleh banyak orang saat berhubungan dengan anemia sel sabit adalah jumlah pasien yang mampu melewati rasa sakitnya.

Ketika terjadi pembengkakan di tangan dan kaki serta sakit secara keseluruhan adalah bagian dari penyakit ini. Bukan hanya itu, anak-anak dan orang dewasa yang di diagnosa dengan penyakit ini akan secara signifikan meningkatkan risiko terkena stroke.

Selain itu, pasien dewasa sering menghadapi komplikasi lainnya seperti kehilangan penglihatan, batu empedu, pertumbuhan yang lambat, infeksi bakteri, penyerapan limpa, kerusakan dan kegagalan organ serta ulkus kaki.

Harapan Hidup Yang Meningkat

Dua puluh tahun yang lalu, anak-anak yang menderita anemia sel sabit jarang bertahan hidup hingga dewasa. Untungnya hal ini tidak terjadi lagi. Dengan kemajuan dalam penelitian kesehatan dan medis, harapan hidup mereka yang mengidap anemia sel sabit telah meningkat.

Namun, meskipun harapan hidup telah meningkat, ini masih jauh lebih pendek daripada rata-rata individu sehat di negara maju pada usia 40-50 tahun.

Peningkatan harapan hidup adalah sebagian besar hasil dari obat-obatan seperti penisilin, yang sangat membantu kondisi ini pada pasien anak-anak.

Sudah Ada Obatnya

Anemia sel sabit tidak lagi merupakan hukuman mati bagi orang-orang yang mengalaminya. Tidak hanya benar-benar mengobati tapi juga mampu untuk mengendalikan genjala secara efektif.

Transplantasi sumsum tulang belakang atau transplantasi sel induk, dapat menyembuhkan penyakit ini. Namun, keberhasilan ini biasanya berasal dari saudara kandung pasien yang memiliki kesamaan genetik. Jarang dilakukan dari orang yang mendonorkan.

Meskipun transplantasi sumsum tulang belakang saat ini adalah satu-satunya pilihan yang penting, penelitian juga sedang dilakukan bagaimana terapi gen bisa membantu mengobati anemia sel sabit. Sejauh ini, para ahli melihat terapi gen menunjukan hasil yang menjanjikan.

Penyakit Ini Tidak Menular

Ketika kebanyakan orang mendengar tentang suatu penyakit, mereka cenderung berpikir apakah ini akan menular. Mereka bertanya-tanya apakah mereka bisa terkena jika ada seseorang di sekitar mereka mengalami penyakit ini.

Meskipun hal ini mungkin benar untuk beberapa kondisi penyakit lainnya, tapi tidak demikian untuk penyakit sel sabit ini. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ini adalah kondisi penyakit turunan.
Bahkan Untuk bayi yang bisa terkena penyakit ini, harus memiliki kedua orang tua yang membawa sifat sel sabit.

Cara Menanganinya

  • Rehidrasi dengan cairan infus untuk membantu sel darah merah kembali dalam keadaan normal. Sel-sel darah cenderung dapat berubah bentuk ketika anda mengalami dehidrasi.
  • Mengobati infeksi yang mendasari atau terkait merupakan bagian penting dalam mengelola krisis, karena stres dapat mengakibatkan krisis pada sel sabit. Infeksi juga dapat terjadi sebagai komplikasi dari krisis.
  • Transfusi darah dapat meningkatkan pengangkutan oksigen dan nutrisi yang diperlukan.
  • Oksigen tambahan diberikan melalui hidung untuk membuat lebih mudah bernafas dan meningkatkan oksigen dalam darah.
  • Obat penghilang rasa sakit seperti morfin digunakan untuk menghilangkan rasa sakit selama krisis sabit.
  • Hidroksiurea membantu untuk meningkatkan produksi hemoglobin pada janin. Hal ini dapat mengurangi transfusi darah.
  • Imunisai dapat mencegah infeksi, pasien cenderung memiliki kekebalan tubuh yang rendah.

Perawatan Yang Bisa Dilakukan Di Rumah

Berikut hal-hal yang dapat anda lakukan di rumah untuk membantu mengatasi gejala-gejala sel sabit.

  • Menggunakan bantalan pemanas untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Konsumsi suplemen asam folat, yang direkomendasikan dokter.
  • Makan cukup buah-buahan, sayuran dan biji-bijian agar tubuh anda membuat lebih banyak sel darah merah.
  • Minum lebih banyak air untuk mengurangi krisi sel sabit.
  • Berolahraga secara teratur dan mengurangi stres untuk mengurangi krisis.
  • Hubungi Dokter jika anda memiliki infeksi, untuk pencegahan awal sebelum terjadinya krisis.