Bahaya Skinny Jeans Yang Mengancam Kesehatan

February 2, 2018

Banyak yang mengabaikan kesehatan demi gaya, memakai skinny jeans agar bisa memperlihatkan lekuk tubuh terutama kaki. Trend fashion celana ketat seperti skiny jeans sangat populer dikalangan remaja hingga dewasa.

Apakah anda termasuk salah satu penggemar celana jins ketat ini? sebaiknya anda harus berpikir ulang untuk menggunakannya.

Mungkin saat ini belum ada dampak apa-apa yang terjadi pada anda. Tapi seiring waktu berjalan kejadian yang mengerikan akibat memakai celana ketat ini bisa saja menimpa anda.

Namun disini kita akan membahas bagaimana celana yang ketat ini dapat mempengaruhi tubuh dan kesehatan anda.

Hubungan Skinny Jeans Dan Kesehatan

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal neurologi, bedah syaraf dan psikiatri mengatakan, Seorang wanita Australia berusia 35 tahun mengalami beberapa komplikasi kesehatan akibat menggunakan celana jins yang ketat dan membuatnya harus di rawat di rumah sakit.

Wanita ini berjongkok berjam-jam, mengosongkan lemari untuk pindah rumah dan memindahkan barang-barang di sekitar. Seiring waktu berlalu dan dia melanjutkan pekerjaannya dengan tetap memakai celana jins yang sudah terasa tidak terlalu nyaman dan ketat.

Ketika dia pulang kerumah pada malam hari, dia mulai mengalami mati rasa pada kaki dan kaki bawahnya. Dia juga mengalami suatu kondisi dimana dia tidak mampu mengangkat bagian depan kaki dari tanah dan mengalami kesulitan berjalan.

Akibatnya dia tersandung dan jatuh. Dia tidak mampu menggerakan kakinya dan tergeletak hingga berjam-jam sampai dia ditemukan dan dibawa kerumah sakit.

Pemeriksaan Medis Dan Hasilnya

Ketika wanita itu sampai di rumah sakit, kakinya sangat bengkak dengan terpaksa celana jeansnya harus dirobek untuk melepaskannya. Setelah pemeriksaan, dokter menemukan pembengkakan yang berlebihan pada bagian bawah kaki.

Adanya gangguan fungsi kaki di pergelangan kaki yang membuat kaki menjadi lemah secara ekstrim. Hilangnya rasa di sisi kaki bagian bawah, serta puncaknya pada kedua telapak kaki.

CT scan pada kaki menunjukan bahwa pada otot betis muncul sebuah kondisi bagian tubuh tampak lebih gelap dalam sinar X karena telah mengalami stroke atau trauma dan kerusakan.

Saraf peroneal dan tibialis adalah sekelompok saraf yang mensuplai gerakan dan rasa untuk jari-jari kaki, kaki, otot betis dan kaki bagian bawah melalui isyarat yang diberikan. Scan menunjukan isyarat ini di blokir, sehingga kaki mati rasa dan tidak bisa bergerak.

Jeans Ketat Yang Menjadi Penyebabnya

Jongkok dalam keadaan yang lama tanpa istirahat akan mengkompresi saraf di kaki bagian bawah dan merusaknya dengan parah. Selain itu jeans yang ketat akan memperburuk situasi sehingga membuat ruang pada otot-otot dan kaki sulit untuk bernapas.

Ini juga menghambat aliran darah ke otot-otot kaki yang lebih rendah, menyebabkan tekanan ekstrim dan pembengkakan pada otot-otot yang selanjutnya menekan saraf.

Operasi adalah satu-satunya pilihan untuk meringankan tekanan yang ekstrim ini, dengan cara memotong jaringan fasia yang terbuka sebagai pelindung lapisan atas otot dan butuh waktu 4 hari untuk sepenuhnya pulih dan bisa berjalan lagi.

Masalah Kesehatan Lain

Meskipun tidak seberat kerusakan saraf, komplikasi kesehatan lainnya dapat disebabkan oleh celana jeans yang terlalu ketat. Seperti yang terjadi berikut :

Meralgia Paraesthetica (kesemutan atau mati rasa)

Kondisi ini terjadi ketika saraf yang bertanggung jawab untuk mengatur gerakan ke paha anda yang dikompresi, seringkali dikarenakn memakai jins yang ketat. Hal ini ditandai dengan adanya rasa kesemutan, mati rasa dan nyeri terbakar di bagian luar paha.

Gejala lainnya termasuk rasa sakit yang meluas ke lutut hingga pantat, serta rasa sakit semakin meningkat ketika daerah yang sakit terkena panas seperti saat mandi air panas.

Gejala juga dapat diperburuk ketika terlibat dalam aktivitas fisik seperti berjalan atau joging.

Studi yang diterbitkan oleh Jurnal Asosiasi Medis Kanada mengatakan orang-orang yang didiagnosis keadaan ini sering menggunakan skinny jeans dan melaporkan dengan gejala kesemutan dan nyeri rasa terbakar.

Lipoatrophia semicircularis (paha bergaris)

Dalam kondisi ini, akan terjadi pengembangan lesi atau depresi pada daerah tertentu di paha. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk memakai jins ketat. Selain memakai jeans ketat paha yang bergaris muncul pada orang-orang dalam posisi duduk selama berjam-jam misalnya di tempat kerja.

Peneliti Spanyol mengatakan, seorang wanita yang sering memakai celana jins yang ketat dan bekerja dengan duduk selama berjam-jam, maka jins ketat akan memberikan tekanan maksimum melaporkan munculnya lesi di paha.

Masalah Reproduksi Pada Pria

Memakai jins ketat pada pria akan menyebabkan torsio testis atau testis terkilir. Jika tidak diobati secara medis, testis akan kehilangan sirkulasi darah dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Namun, jarang sekali terjadi karena kondisi itu sangat menyakitkan sehingga orang-orang akan segera mencari bantuan medis.

Celana jins ketat juga dapat menimbulkan rasa panas di daerah pangkal paha dan mengurangi produksi sperma.

Masalah Kandung Kemih

Celana jins yang ketat dapat mengiritasi daerah selangkangan dari waktu ke waktu. Bagian pinggang yang ketat juga dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan dapat memperburuk infeksi kandung kemih bagi yang mengalami.

Oleh karena itu, orang-orang yang menderita infeksi saluran kemih diperingatkan untuk tidak menggunakan celana yang ketat.

Mulas

Bagian pinggang yang ketat dapat membuat tekanan yang berlebihan pada perut, dan memaksa asam lambung mengalir naik ke atas sehingga meningkatkan risiko mulas.