Benarkah Ada Hubungan Antara Jerawat Dan Minum Susu?

January 30, 2018

Bagi anda penikmat susu jangan kaget dulu ya, tenang anda masih tetap bisa kok minum susu favorit, asalkan anda tidak memiliki masalah pada kulit terutama wajah. Tapi bagi anda yang memiliki sedikit masalah seperti jerawat ada baiknya untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi susu.

Beberapa dokter percaya bahwa apa yang di makan akan mempengaruhi kulit dan membuat jerawat lebih buruk. Anehnya, Mereka tidak menyinggung soal coklat atau keripik kentang, melainkan susu yang selama ini dianggap minuman sehat.

Nah biar gak makin penasaran anda bisa langsung membaca penjelasan berikut ini.

Apakah Susu Memicu Jerawat?

Beberapa penelitian telah menunjukan hubungan antara meminum susu dan timbulnya jerawat. Tampaknya peminum susu mengalami jerawat lebih parah dibanding dengan orang yang jarang meminum susu. Semua produk susu, seperti susu cokelat, keju atau perasa lainnya memiliki efek negatif pada kulit, tapi tidak untuk produk olahan seperti yogurt.

Menariknya, susu skim atau susu tanpa lemak yang paling sering menyebabkan jerawat daripada susu biasa, sehingga kandungan lemak dalam susu bukanlah penyebab timbulnya jerawat. Dan mereka yang mengkonsumsi suplemen vitamin D juga tidak memiliki banyak jerawat, jadi vitamin D juga bukanlah pemicunya.

Makanan berlemak serta makanan yang dianggap sebagian orang sebagai pemicu jerawat seperti cokelat, pizza, soda dan kentang goreng ternyata tidak juga memicu jerawat.

Bagaimana Susu bisa Mempengaruhi Kulit?

Mengapa produk susu tertentu akan memicu tingkat keparahan jerawat? Beberapa orang beranggapan itu adalah hormon yang ditemukan dalam susu. Susu mengandung hormon androgen, yang telah lama dianggap sebagai pembentukan jerawat.

Testosteron adalah hormon androgen dan itu sangat terkait dengan kemunculan jerawat. Paling sering dianggap sebagai hormon laki-laki, walaupun perempuan juga menghasilkan hormon tersebut meskipun dalam jumlah yang lebih rendah.

Melalui reaksi berantai yang rumit, testosteron menciptakan dihidrotestosteron (DHT). DHT dapat merangsang kelenjar sebaceous, membuat kulit berminyak yang lebih rentan terhadap pori-pori dan akhirnya memperparah jerawat.

Susu secara alami dipenuhi dengan hormon, termasuk DHT. Susu yang mengandung cukup banyak hormon memungkinkan untuk memberi efek pada tubuh, termasuk kulit. Orang-orang yang secara genetis cenderung berjerawat akan memiliki reaksi yang lebih kuat terhadap horman dalam susu.

Faktor Pertumbuhan IGF 1

Banyak peternak sapi memberikan tambahan hormon untuk merangsang produksi susu dan membuat sapi untuk memproduksi lebih banyak susu. Akibatnya kebanyakan susu mengandung IGF 1 yang sangat tinggi.

IGF 1 adalah faktor pertumbuhan yang menonjol dalam tubuh manusia selama masa remaja dimana saat keadaan jerawat makin memburuk. Hal ini diyakini karena IGF 1, testosteron dan DHT  sebagai pemicu terjadinya tingkat keparahan pada jerawat.

Susu skim dikaitkan dengan tingkat IGF 1 lebih tinggi daripada susu lainnya. Pengolahan pada susu skim inilah yang terkait dengan keparahan jerawat daripada susu lain. Whey protein ditambahkan pada susu skim agar menjadi berwarna putih kekuningan dan memiliki tekstur yang lembut, beberapa beranggapan bahwa protein inilah dampak yang memicu jerawat.

Hubungan Antara Produk Susu Dan Tingkat Keparahan Jerawat

Hal ini bukan berarti dengan minum segelas susu atau beberapa gelas susu setiap hari, kulit anda yang mulus tiba-tiba berjerawat. Penting untuk memahami bahwa tidak ada studi yang menunjukan bukti positif bahwa susu yang menyebabkan jerawat. Tapi, hanya menunjukkan kaitan antara produk susu dengan tingkat keparahan jerawat.

Jadi bagi anda yang rutin minum susu tidak perlu khawatir akan munculnya jerawat secara tiba-tiba, karena penelitian ini hanya bagi orang-orang yang sedang mengalami jerawat maka dengan mengkonsumsi susu akan memperparah kondisi jerawatnya.

Perbedaan Pendapat Diantara Profesional Medis

Tentu saja, tidak semua orang yang minum susu akan berjerawat, banyak yang tidak setuju tentang hal ini. Banyak profesional medis waspada terhadap kesimpulan yang ditarik karena mereka memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat keparahan jerawat.

Mereka juga menunjukan  bahwa susu tidak berhubungan langsung untuk memicu jerawat tapi hanya berhubungan antara konsumsi susu dengan tingkat keparahan jerawat yang sedang dialami. Diperlukan penelitian lebih banyak untuk mendukung teori ini.

Filosofi Tanpa Susu

Namun, beberapa dokter mengambil pandangan baru tentang bagaimana diet juga mempengaruhi kulit dengan filosofi tanpa susu. Beberapa dermatologis juga menyarankan kepada pasien untuk mengurangi susu dari diet mereka.

Apakah susu juga termasuk menjadi  pemicu tingkat keparahan pada jerawat anda? Hanya anda yang bisa membedakan. Jika anda peminum susu, anda mungkin bisa menguranginya selama beberapa bulan dan lihat perubahan yang terjadi pada kulit anda, terutama dengan jerawat.

Ingat, jerawat cenderung berkurang dengan sendirinya juga. Jadi untuk menguji teori ini dengan benar, anda harus mencoba mengurangi minum susu selama beberapa bulan dan lihat perubahannya.

Pengobatan

Jika mengurangi susu tampaknya dapat memperbaiki jerawat anda, kemungkinan besar itu tidak akan cukup untuk membersihkan kulit anda sepenuhnya. Anda juga perlu obat jerawat.

Ini akan mungkin membantu jika anda hanya mengalami jerawat yang ringan, tapi kebanyakan orang-orang mendapat hasil yang terbaik dengan melakukan perawatan dan mengobati jerawat secara khusus.