Dampak Media Sosial Pada Kesehatan Mental

January 19, 2018

Kapan terakhir kali anda menyukai sebuah postingan di facebook, mengupload foto melalui instagram dan mengakses seluruh media sosial yang anda punya? Cara berinteraksi di media sosial berubah dengan cepat, seiring kemajuan teknologi dengan lebih dari tiga milyar orang yang menggunakan media sosial.

Media sosial membuat anda tidak perlu lagi membaca koran bahkan anda dapat melihat isu-isu yang penting atau menarik melalui feed media sosial. Menggunakan media sosial memiliki banyak resiko, seperti pelecehan dan berbagai ujaran kebencian.

Bagaimana cara mengatasinya adalah sesuatu yang rumit karena perlunya dikembangkankan keterampilan, etika dan kesadaran sosial pada masyarakat secara keseluruhan. Meskipun banyak penelitian menunjukan dampak negatif media sosial pada kesehatan mental dan kesejahteraan, tapi beberapa peneliti mengatakan media sosial bisa memiliki efek sebaliknya.

Jadi apakah anda terpegaruh oleh media sosial? Berikut tanda yang bisa diperhatikan:

  • Rasa percaya diri yang rendah.
  • Merasa rendah diri ketika melihat foto dan gaya hidup orang lain.
  • Iri melihat kehidupan orang lain dan berharap hidup anda bisa seperti orang tersebut.
  • Menjadikan media sosial sebagai pilihan pertama dan satu-satunya aktivitas untuk kesenangan.
  • Tidak banyak beriteraksi secara langsung pada kerabat ataupun teman.
  • Tidak mampu melakukan apapun tanpa merasa perlu berbagi secara online.

Berikut dampak negatif media sosial pada kesehatan mental yang dapat anda pelajari.

Harga Diri Dan Keyakinan

Dengan banyaknya media sosial yang berfokus kepada penampilan dan gagasan untuk menciptakan kehidupan yang tampak sempurna, banyak pengguna yang merasa rendah diri seperti iri dan cemburu. Banyaknya filter pada media sosial mampu mengubah cara pandang melihat orang lain bahkan diri sendiri.

Melihat foto selfie orang lain dapat menurunkan harga diri karna terus-menerus membandingkan diri pada foto-foto orang lain yang tampak bahagia.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Strathclyde, Ohio University, dan University of Iowa menyimpulkan bahwa wanita membandingkan kekurangan dirinya pada foto selfie wanita lain yang akan menimbulkan rasa ketidakpuasan pada diri sendiri.

Depresi

Meskipun ada hubungan antara depresi dan penggunaan media sosial, penelitian menunjukan media sosial juga dapat memberikan dampak positif. Dua penelitian yang melibatkan tujuh ratus siswa menemukan hubungan antara gejala depresi dan hubungan interaksi online yang berkualitas.

Tingkat gejala depresi yang lebih tinggi, seperti putus asa dan merasa tidak berharga dialami oleh pengguna yang memiliki interaksi negatif daripada yang memiliki interaksi positif. Orang yang paling tinggi terkena resiko depresi dan kecemasan adalah orang yang paling sering mengakses media sosial.

Hal ini juga merupakan alasan dengan meningkatnya kemungkinan cyberbullying, yang memiliki pandangan menyimpang terhadap kehidupan orang lain. Maka tidak heran jika media sosial mengakibatkan dampak depresi karena begitu erat hubungannya dengan kecemasan.

Kecemasan

Kecemasan yang terkait dengan media sosial ditandai dengan perasaan gelisah dan khawatir serta bermasalah dengan waktu tidur. Orang-orang yang menggunakan media sosial yang selalu mengecek  ponselnya setiap beberapa jam setiap hari, akan lebih memungkinkan terkena gejala kecemasan daripada orang yang menggunakan media sosial sewajarnya. Namun, belum jelas secara pasti kenapa media sosial dapat menyebabkan kecemasan dalam penggunaanya.

Gangguan Tidur

Pencahayaan terutama cahaya yang dipancarkan oleh layar smartphone, tablet dan laptop dapat menghambat produksi melatonin alami dalam tubuh, hormon yang membantu anda untuk tidur. Pada umumnya menggunakan Handphone atau tablet saat berbaring di tempat tidur dapat mempengaruhi kualitas tidur.

Penelitian menyimpulkan ada hubungan antara media sosial dan gangguan tidur. Selain pencahayaan dari layar handphone yang memiliki peran besar juga kebutuhan obsesif untuk terus memeriksa media sosial untuk mendapatkan pembaharuan terbaru.

Cahaya terang dari layar, dapat menunda ritme sirkadian yang diperlukan untuk tidur, media sosial dapat menyebabkan gairah fisiologis sebelum tidur sehingga menunda otak agar tidak tidur sebelum adanya tanda bahwa anda bersiap-siap untuk tidur.

Hubungan Sosial

Dalam dunia yang selalu terhubung, maka semakin banyak meningkatnya konektivitas antara keluarga dan teman-teman. Media sosial juga bisa menjadi penyebab terciptanya pemisahan antara sebagian orang. Kehadiran Handphone dapat mengganggu interaksi sosial, terutama ketika mereka terlibat dalam sebuah percakapan.

Sebuah peneliti untuk Journal of Social and Personal Relationships melibatkan tiga puluh empat orang yang melakukan percakapan selama sepuluh menit satu sama lain, dimana setengah dari peserta membawa ponsel selama berinteraksi.

Mereka yang membawa ponsel kurang mengingat interaksi dan terkadang lebih fokus kepada ponselnya. Media sosial juga dapat mempengaruhi hubungan antar pasangan. Wanita lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial daripada pria sehingga muncul perasaan cemburu dan iri.

Emosional

Media sosial juga dikaitkan dapat merangsang perasaan iri, cemburu dan kesepian ketika digunakan. Suasana hati yang positif dan negatif antara pengguna media sosial dapat menyebar seperti api, tergantung pada apa isi postingan. Postingan positif yang di bagikan di media sosial dapat mempengaruhi lebih kuat daripada postingan negatif.

Perasaan iri dan frustasi muncul dikarenakan pengguna membandingkan kehidupan mereka dengan pengguna lain. Tapi tidak selamanya perasaan iri ini dapat merusak justru bisa memicu untuk mencapai tingkat kesuksesan yang telah diraih sesama rekan.

Kesepian Dan Isolasi Sosial

Isolasi Sosial adalah dimana seseorang mengalami penurunan bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang disekitar. Orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk media sosial dua kali lebih mungkin akan merasakan kesepian. Padahal penting untuk berinteraksi dengan orang lain dan menciptakan hubungan yang baik.

Menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dapat mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan untuk tatap muka. lebih jauh lagi memicu kecemburuan sosial yaitu menciptakan keyakinan yang menyimpang bahwa orang lain menjalani kehidupan yang lebih bahagia.

Kecanduan Media Sosial

Orang-orang yang rentan terhadap kecanduan media sosial adalah mereka yang bergantung pada konsumsi alkohol, sangat ekstrovet dan menggunakan media sosial sebagai metode kompensasi karena kurangnya hubungan secara nyata. Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat dikaitkan dengan masalah tidur, masalah dalam hubungan dan penurunan prestasi akademik.

Dari sekian dampak negatif yang terjadi, media sosial juga memberikan banyak dampak positif dimana bisa saling membagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi juga membangun komunitas. Selain itu bisa mengakses informasi dengan cepat dalam hitungan detik.