Efek Samping Bayi Tabung Dan Risiko Yang Perlu Anda Waspadai

April 18, 2018

Bayi tabung atau juga disebut sebagai fertilisasi in vitro (IVF) tampaknya menjadi anugerah bagi setiap pasangan yang tidak bisa mempunyai anak secara alami atau normal. Tapi seperti kebanyakan prosedur medis, ini memiliki beberapa efek samping yang juga harus anda ketahui.

Dengan menyadarinya tidak hanya membantu anda menghadapi efek samping yang lebih ringan tetapi juga membuat anda lebih siap untuk beberapa reaksi serius, yang berpotensi mengancam hidup anda.

Selama IVF, sel telur wanita dan sperma pria akan digabungkan dalam piring laboratorium. Sel telur atau embrio yang dibuahi kemudian dipindahkan ke dalam rahim, di mana mereka akan ditanamkan di dinding rahim dan berkembang. Proses ini melibatkan 4 tahap :

  1. Induksi ovulasi, dimana obat kesuburan biasanya digunakan untuk merangsang produksi sel telur. Bisa mengikuti program IVF tanpa minum obat kesuburan tetapi tingkat keberhasilan cenderung lebih rendah.
  2. Pengambilan sel telur, dimana prosedur kecil yang dilakukan untuk mengambil sel telur.
  3. Pembuahan, dimana sperma yang diperoleh dari donor atau pasangan anda dikombinasikan dengan sel telur. Sel telur kemudian dipantau secara ketat untuk memastikan bahwa pembuahan dan pembelahan sel terjadi. Setelah terjadi maka anda akan memiliki embrio. Dalam beberapa kasus dimana penyebab kesuburan terkait dengan sperma, proses yang dikenal sebagai injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI) dapat digunakan, dimana sperma tunggal disuntikkan ke dalam sel telur.
  4. Transfer embrio, dimana dokter akan mentransfer embrio ke dalam rahim Anda. Setelah 2 minggu dokter akan melakukan tes untuk mengetahui apakah anda hamil.

Berikut beberapa efek samping dan risiko yang terkait dengan proses ini.

Mual Dan Perubahan Suasana Hati Dari Obat Kesuburan

Selama tahap pertama IVF obat kesuburan biasanya digunakan untuk menginduksi ovulasi, anda juga akan mengalami hal-hal berikut ini :

  • Memar, nyeri ringan dan memar dapat terjadi ketika obat kesuburan disuntikkan. Menyuntikkan obat-obatan di tempat yang berbeda dapat meminimalkan masalah sampai batas tertentu.
  • Sakit, mual dan muntah dapat terjadi pada tahap ini.
  • Reaksi alergi, beberapa orang mengalami reaksi alergi sementara seperti kulit gatal-gatal atau memerah di bagian tubuh dimana obat-obatan disuntikkan.
  • Payudara lembut, nyeri payudara adalah efek samping lain dari penggunaan obat kesuburan juga dapat meningkatkan keputihan.
  • Lelah dan suasana hati yang berubah-ubah, ini adalah efek samping lain yang dialami selama fase ini.

Sindrom Hiperstimulasi Ovarium Sebagai Reaksi Obat Kesuburan

Hiperstimulasi ovarium syndrome (OHSS) adalah reaksi terhadap obat kesuburan yang berpotensi dapat berakibat fatal. Hal ini menyebabkan ovarium anda tumbuh besar dan dapat menyebabkan cairan bocor ke dalam perut anda.

Sekitar sepertiga dari perempuan mengalami OHSS dalam bentuk ringan yang biasanya akan hilanag dengan sendirinya. Tetapi beberapa perempuan bisa mengalami OHSS berat. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, bahkan dapat mengancam jiwa.

Kurang dari 1% perempuan, telah ditemukan mengalami gagal ginjal dan pembekuan darah. Wanita yang mengalami OHSS berat biasanya terjadi selama seminggu setelah sel telur mereka diambil. Dan karena ini dapat memiliki konsekuensi yang berbahaya, penting untuk waspada terhadap gejala dan segera periksa ke dokter jika Anda mengalaminya.

Gejala OHSS termasuk :

  • Sakit perut dan perut bengkak
  • Mual dan muntah
  • Perasaan seperti ingin pingsan
  • Berkurangnya buang air kecil
  • Sesak napas.

Sakit, Cedera Organ Dan Risiko Infeksi Panggul Selama Pengambilan Sel Telur

Selama proses pengambilan sel telur, jarum panjang tipis dipandu dengan menggunakaan USG vagina, dimasukkan ke ovarium melalui vagina untuk mengangkat sel telur. Anda akan mengalami nyeri ringan, rasa sakit dalam perut atau daerah panggul selama dan sesudah prosedur. Ini biasanya hilang dalam waktu 1-2 hari.

Ini adalah prosedur operasi dan prosedur yang melibatkan menavigasi jarum melalui jaringan halus ke ovarium Anda. Salah satu komplikasinya adalah cedera organ dan jaringan yang terletak di dekat indung telur seperti kandung kemih atau usus. Infeksi panggul juga dapat terjadi.

Tapi komplikasi ini biasanya jarang terjadi karena antibiotik diberikan selama prosedur untuk meminimalkan risiko. Jika terjadi infeksi, Anda akan diberikan antibiotik intravena untuk mengobatinya. Dalam kasus yang jarang terjadi, indung telur, tabung, atau rahim Anda mungkin perlu dikeluarkan untuk mengelola infeksi.

Bercak Vagina Dan Risiko infeksi Selama Transfer Embrio

Embrio secara lembut dipindahkan ke rahim Anda melalui kateter. Anda akan merasa kram selama prosedur berlangsung. Anda juga akan mengalami sedikit pendarahan. Dalam kasus yang jarang terjadi, kemungkinan anda mendapatkan infeksi yang biasanya diobati dengan antibiotik.

Kelahiran Kembar

Selama IVF, beberapa embrio biasanya ditransfer untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan terjadi. Ini dapat meningkatkan kesempatan anda memiliki bayi kembar, kembar tiga bahkan lebih banyak lagi. Kelahiran kembar dapat menimbulkan risiko kesehatan pada bayi serta ibu.

Misalnya, Anda lebih mungkin mengalami keguguran dengan hamil bayi kembar. Juga kelahiran prematur atau bayi yang kekurangan berat badan. Hamil kembar juga lebih memungkinkan untuk menderita beberapa masalah gestational seperti diabetes, tekanan darah tinggi, pendarahan dan anemia.

Kehamilan Ektopik

Ketika bayi berkembang diluar rahim, umumnya di tuba fallopi dikenal sebagai kehamilan ektopik. IVF dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Sayangnya, tidak mungkin menyelamatkan bayi dalam kasus ini.

Perhatian medis segera sangat penting dalam kehamilan ektopik karena dapat menyebabkan pecahnya tuba fallopi dan mengakibatkan pendarahan internal jika dibiarkan terlalu lama. Gejala yang perlu anda perhatikan termasuk :

  • Rasa sakit pada satu sisi perut bagian bawah
  • Pendarahan vagina yang menyebabkan keputihan berwarna merah atau coklat tua
  • Sakit saat menggunakan toilet
  • Diare.

Kemungkinan Cacat Lahir

Beberapa penelitian menunjukan bahwa bayi yang lahir melalui IVF memilki risiko lebih tinggi mengalami cacat lahir. Tetapi belum jelas apakah ini karena IVF sendiri atau sebagian besar karena ketidaksuburan yang mendasari dan konsepsi tertunda.

Dalam kasus injeksi Sperma intracytoplasmic (ICSI) dilakukan dengan IVF, juga terdapat sedikit peninggkatan dalam risiko kelainan kromosom. Tapi sekali lagi, masih belum jelas apakah ini karena prosedur ICSI atau masalah dengan sperma.