Emosi Negatif Ini Dapat Membahayakan Tubuh Dan Kesehatan Anda

April 13, 2018

Kesehatan biasanya dikaitkan dengan gaya hidup, genetika dan paparan terhadap infeksi. Tapi selain faktor-faktor ini, ada hubungan yang kuat antara keadaan emosi dan kesehatan anda. Emosi dapat mempengaruhi pribadi anda, keterampilan, komunikasi dan posisi anda dalam masyarakat.

Berhubungan dengan emosi, terutama perasaan negatif penting untuk kelangsungan hidup anda. Emosi yang selalu disimpan suatu saat akan meledak sehingga menyebabkan bencana jangka panjang. Jadi, penting untuk melampiaskannya keluar.

Berikut beberapa emosi yang dapat membahayakan kesehatan anda.

1. Marah

Marah didefinisikan sebagai perasaan dari rasa frustasi, kecewa, sakit atau terancam. Jika ditangani dengan cepat dan cara yang baik, kemarahan baik untuk kesehatan anda. Tapi sebagian besar kemarahan merugikan kesehatan.

Secara khusus, kemarahan dapat mempengaruhi kemampuan penalaran dan menyebabakan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Kemarahan menaikkan reaksi “fight-or-flight” di dalam tubuh, sehingga memicu hormon stres yang berlebih seperti adrenalin, noradrenaline dan kortisol.

Hal ini menyebabkan amigdala otak untuk bereaksi secara berlebihan dan itu mendorong lebih banyak darah ke lobus frontal. Kelebihan darah di daerah penalaran dapat mengganggu proses berpikir anda. Itulah sebabnya mengapa orang yang sedang marah bisa melakukan apa saja seperti membanting ponsel.

Selain itu, kemarahan bisa menimbulkan penyempitan pada pembuluh darah dan mengakibatkan lonjakan tekanan darah, denyut jantung serta pernapasan. Jika ini sering terjadi, dapat menyebabakan kerusakan pada dinding arteri.

Kemarahan memberikan ledakan energi sementara yang membutakan anda dan menghalangi area otak yang membantu anda untuk membedakan mana yang benar dan salah. Untuk bisa mengelola kemarahan, anda bisa melakukan olahraga teratur, belajar teknik relaksasi bahkan mengambil bantuan konseling.

2. Khawatir

Kekhawatiran kronis dapat memicu sejumlah masalah kesehatan yaitu dapat mempengaruhi limpa dan perut. Hal ini menyebabkan perubahan dalam fungsi neurotransmitter, terutama serotonin. Jadi, ketika anda mengkhawatirkan banyak hal, tubuh Anda akan merespons dengan perut yang sakit.

Khawatir atau terobsesi tentang masalah tertentu dapat menyebabkan muntah, diare, masalah perut dan masalah medis kronis lainnya. Khawatir berlebihan juga dikaitkan dengan nyeri dada, tekanan darah tinggi, kekebalan tubuh dan penuaan dini.

Selain itu, terlalu banyak khawatir memberikan sejumlah besar tekanan pada otot-otot di perut, yang pada akhirnya memberikan tekanan pada perut. Juga buruk bagi hubungan pribadi.

Pada saat yang sama, khawatir dapat membuat anda linglung dan mengganggu ketenangan pikiran sehingga sulit untuk mendapatkan tidur yang nyenyak.

3. Sedih

Dari beberapa emosi yang dilalui dalam hidup, kesedihan adalah emosi yang paling lama bertahan. Kesedihan dapat melemahkan paru-paru, menyebabkan kelelahan dan sesak napas.

Ini mengganggu aliran napas dengan mempersempit lorong di tabung bronkial. Ketika anda sedang sedih napas anda tidak dapat mengalir masuk dan keluar dari paru-paru dengan mudah, sehingga mengakibatkan serangan asma atau berbagai kondisi bronkus lainnya.

Kesedihan dan depresi juga merusak kulit dan bahkan dapat menyebbakan sembelit serta jumlah oksigen yang rendah dalam darah. Orang-orang yang tertekan cenderung menaikkan atau menurunkan berat badan lebih mudah bahkan kecanduan obat-obatan atau zat berbahaya lainnya.

Ketika merasa sedih dan tertekan, anda tidak perlu menahan air mata. Biarkan mengalir untuk membantu anda melepaskan emosi. Menariknya, air mata emosional sebenarnya telah ditemukan mengandung hormon stres dan neurotransmiter yang terkait dengan stres.

4. Stres

Setiap orang merasakan dan bereaksi terhadap stres dalam cara yang berbeda. Stres ringan bisa menjadi baik bagi kesehatan dan dapat membantu anda melakukan hal yang lebih baik lagi.

Namun, ketika anda stres berlebihan, itu dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi, asma, bisul dan sindrom iritasi usus besar.

Stres merupakan penyebab utama bagi penyakit jantung. Stres membuat tekanan darah dan kadar kolesterol meningkat. Juga, kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok, fisik tidak aktif dan makan berlebihan. Semua hal ini dapat merusak dinding arteri dan menyebabkan masalah jantung.

Stres menunjukkan gejalanya seperti migrain, menggertakan gigi, palpitasi jantung, pusing, kelelahan, insomnia, mual dan nafsu makan meningkat atau menurun. Stres juga dapat menyebabkan banyak masalah kondisi kesehatan lain, termasuk :

  • Asma.
  • Rambut rontok yang berlebihan bahkan menyebabkan kebotakan.
  • Ulkus mulut dan kekeringan yang berlebihan.
  • Masalah mental, seperti insomnia, sakit kepala, perubahan kepribadian dan lekas marah.
  • Jantung dan hipertensi.
  • Nyeri spasmodik di leher dan bahu, nyeri muskuloskeletal, nyeri punggung bawah dan berbagai kedutan otot kecil.
  • Penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.
  • Sistem reproduksi yang tidak sehat, mengarah kepada gangguan menstruasi dan infeksi vagina pada wanita serta impotensi atau ejakulasi dini pada laki-laki.
  • Penyakit saluran pencernaan termasuk gastritis dan lambung.

5. Kesepian

Kesepian adalah emosi yang dapat menyebabkan orang menjadi melankolis dan sedih. Ini membuat ketidakharmonisan dalam paru-paru dan menghambat aliran darah serta oksigen yang beredar ke seluruh tubuh.

Mungkin juga sama berbahayanya seperti ledakan amarah secara tiba-tiba. Ketika anda sedang kesepian, otak akan mengeluarkan hormon stres lain seperti kortisol, yang menyebabkan depresi. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur dan tingkat tekanan darah.

Kesepian tidak hanya terhubung pada masalah mental dan jantung, bahkan dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh. Orang-orang yang kesepian lebih mungkin menghasilkan senyawa-senyawa inflamasi dalam respon terhadap stres yang dapat melemahkan kekebalan.

6. Takut

Ketakutan adalah salah satu emosi yang dapat menghambat kepercayaan diri, semangat, keyakinan dan kebahagiaan. Rasa takut menyebabkan kecemasan yang dapat mengganggu ginjal, kelenjar adrenal dan bahkan kadang sistem reproduksi anda.

Takut menyebabkan penurunan aliran energi di dalam tubuh dan memaksa tubuh untuk membuat perlindungan diri, menurunkan tingkat pernapasan dan sirkulasi darah Anda, yang menyebabkan tangan dan kaki anda kaku disebabkan rasa takut.

Selain itu, ketika anda mengalami ketakutan, ginjal anda yang paling terpengaruh. Hal ini karena bagian otak yang mengontrol ginjal melambat. Sehingga menyebabkan sering buang air kecil dan berbagai masalah lain yang berkaitan dengan kesehatan ginjal.

Kondisi takut yang ekstrim menyebabkan rasa sakit pada kelenjar adrenalin, ginjal dan punggung serta gangguan saluran kemih. Pada anak-anak, emosi ini dapat diungkapkan melalu mengompol, yang erat hubungannya dengan kecemasan dan ketidaknyamanan.

7. Syok

Terkejut atau syok adalah sebuah ekspresi dari trauma yang disebabkan oleh keadaan yang tak terduga yang membuat Anda tidak dapat mengatasinya. Guncangan mendadak dapat mengganggu keseimbangan alami tubuh, menyebabkan hyperarousal dan ketakutan.

Syok melemahkan, terutama bagi ginjal dan hati. Reaksi traumatis dalam tubuh melepaskan kelebihan adrenalin dari kelenjar adrenal yang terletak pada bagian atas ginjal. Hal ini menyebabkan hati berdebar-debar, insomnia, stres dan cemas.

Terkejut biasanya terjadi di otak dan dapat mengubah struktur otak. Hal ini dapat mengubah area konvergensi frontal cortex (otak emosional) dan otak survival.

Efek kesehatan fisik dari trauma emosional atau syok termasuk kurangnya energi, kulit pucat, kesulitan bernapas, masalah makan dan tidur serta nyeri kronis.

8. Tidak Sabar Dan Benci

Emosi kebencian dan ketidaksabaran dapat mempengaruhi usus dan kesehatan jantung, menyebabkan nyeri dada, hipertensi dan jantung berdebar. Serta membuat anda untuk bereaksi dengan cara melepaskan hormon stres dalam tubuh yang membuat tekanan darah dan detak jantung tidak normal.

Menjadi tidak sabar juga buruk untuk hati anda. Molekul-molekul yang kental dari nafas dihembuskan dari ekspresi kebencian mengandung racun yang dapat merusak hati dan kandung empedu.

9. Cemburu Dan Iri

Rasa iri, frustasi dan cemburu langsung menyerang hati, kandung empedu dan otak anda. Kecemburuan menciptakan gejala stres, kecemasan dan depresi, selanjutnya akan menyebabkan produksi adrenalin dan noradrenaline yang berlebih dalam darah.

Selain itu, kecemburuan memiliki dampak negatif pada kantung empedu anda. Kelebihan produksi hormon dalam tumbuh menyebabkan darah di hati tersendat, yang mengakibatkan produksi empedu tidak seimbang di kandung empedu.

Hal ini menyebabkan proses detoksifikasi terhambat, kekebalan melemah, insomnia, peningkatan tekanan darah, denyut jantung dan tingkat adrenalin, kolesterol tinggi dan gangguan pencernaan.

10. Cemas

Kecemasan adalah bagian dari kehidupan normal. Kecemasan akut dapat meningkatkan pernapasan dan detak jantung, memusatkan aliran darah ke otak di mana Anda membutuhkannya. Ini bisa menjadi baik untuk kesehatan anda.

Namun, jika kecemasan menjadi bagian dari kehidupan, ini dapat memiliki dampak buruk pada kesehatan fisik dan mental anda. Pada kenyataanya, kecemasan ini ditandai dengan gejala fisik seperti sakit, mual, sesak napas, lelah atau pusing yang tidak memiliki penyebab fisik yang jelas.

Keluhan pencernaan dan kecemasan sering berjalan beriringan. Kegelisahan mempengaruhi lambung, limpa dan pankreas sehingga mengarah ke masalah-masalah seperti pencernaan yang tidak baik, sembelit dan radang usus besar.

Gangguan kecemasan juga merupakan risiko lebih besar untuk mengembangkan sejumlah kondisi medis yang kronis.