Fakta Penting Tentang Kanker Ovarium Yang Wajib Wanita Ketahui

January 24, 2018

1 dari setiap 73 wanita terkena kanker ovarium, hal ini menjadi peringkat kelima kanker pada umumnya yang dialami wanita. Setiap tahun, sekitar 20.000 wanita di Amerika Serikat didiagnosis dengan kanker ovarium, dan 14.000 yang meninggal karena penyakit ini berusia sekitar diatas enam puluh.

Kanker ovarium merupakan penyakit di mana ovarium yang dimiliki wanita memiliki perkembangan sel-sel abnormal. Kanker ini bisa berkembang sangat cepat bahkan dari stadium awal hingga stadium lanjut bisa terjadi hanya dalam satu tahun.

Kanker ovarium dimulai di ovarium dan tuba falopi, jika tanpa deteksi dan pengobatan maka akan dapat menyebar ke organ lain seperti di panggul dan perut bagian bawah. Pada tahap awal, kanker ovarium dapat diobati dengan pembedahan dan kemoterapi yang dapat meningkatkan kesehatan dan harapan hidup pasien.

Jenis Kanker Ovarium

Jenis-jenis kanker ovarium diklasifikasikan dari mana jenis sel mereka berasal. Tumor yang paling umum adalah tumor epitel, yang menyumbang sekitar sembilan puluh persen dari semua jenis kanker ovarium. Epitel adalah sel-sel yang membentuk lapisan luar indung telur.

Tumor sel stroma menyumbang kira-kira tujuh persen dari tumor ovarium, dimulai pada sel stroma, sel-sel yang memproduksi dan melepaskan hormon. Terakhir dari kanker umum ini dimulai pada sel kuman yang membuat dan membentuk sel telur. Jenis kanker ovarium lainnya yang kurang umum seperti, sarkoma ovarium, tumor krukenberg dan kista ovarium.

Tahapannya

Tahap kanker ovarium menentukan seberapa meluasnya penyakit ini di dalam tubuh.

  1. Tahap pertama, kanker hanya berada dalam ovarium atau tuba dan belum menyebar ke organ atau jaringan lain.
  2. Tahap kedua, sel-sel kanker telah menyebar dari ovarium atau tuba ke organ lain dalam panggul, tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  3. Tahap ketiga, kanker telah menyebar di luar panggul menuju lapisan perut dan kelenjar getah bening di belakang perut.
  4. Tahap keempat, sel-sel kanker telah menyebar ke bagian dalam limpa, hati, paru-paru, atau organ lain dalam perut dan panggul.

Tanda-Tanda Penting Dan Gejala Yang Dialami

Ada beberapa tanda-tanda vital yang harus diperhatikan jika anda khawatir terkena kanker ovarium. Rasa sakit bisa datang dalam berbagai bentuk yang di tandai kanker ovarium, seperti sakit punggung bawah, ketidaknyamanan atau nyeri didaerah panggul dan perut, nyeri saat melakukan aktivitas seksual. Gejala lain adalah adanya pendarahan yang keluar dari vagina secara abnormal.

Gejala lain mungkin tidak keliatan parah dan darurat, tetapi masih bisa dapat digolongkan termasuk kanker ovarium. Termasuk seperti, perut kembung atau terjadi pembengkakan, gangguan pencernaan, mual, perubahan gerakan dalam usus, sering buang air kecil, kehilangan nafsu makan atau perasaan penuh dengan cepat setelah makan.

Jika gejala menetap selama lebih dari beberapa minggu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter.

Diagnosis

Ada banyak cara untuk mengetahui apakah seseorang mengalami kanker ovarium atau tidak. Pertama, jika salah satu tanda tersebut dan gejalanya bertahan selama beberapa minggu segera lakukan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut.

Melakukan tes standar untuk mengetahui kanker ovarium termasuk tes darah, konseling genetik, tes USG, CT scan, MRI scan dan sinar-X. Gambar tes dapat menentukan apakah ada atau tidak adanya gumpalan, namun tidak bisa menjamin bahwa itu bersifat kanker. Tes ini akan memberikan informasi yang berguna bagi dokter untuk mengetahui apakah kanker ovarium telah menyebar ke jaringan dan organ lain.

Faktor Resiko Dan Penyebab Terjadinya Kanker Ovarium

Tidak ada penyebab pasti yang ditemukan atau terhubung ke kanker ovarium. Namun, beberapa faktor resiko mungkin memainkan peran dalam kerentanan terhadap penyakit.

  • Kanker ovarium jarang terjadi pada wanita muda, biasanya terjadi pada wanita di atas umur 50 tahun, kebanyakan kanker ovarium terjadi setelah masa menopause .
  • Obesitas, wanita gemuk memiliki resiko tinggi terkena kanker ovarium.
  • Wanita hamil sebelum usia 26 memiliki resiko lebih rendah terkena kanker ovarium, daripada wanita yang belum melahirkan apalagi diatas umur 35 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker ovarium, kanker payudara atau kanker usus besar.
  • Faktor resiko lainnya termasuk merokok, menggunakan perangkat intrauterine dan sindrom ovarium polokistik.

Pencegahan Dan Pengobatan

Pencegahan kanker adalah tindakan yang sangat perlu untuk menurunkan kemungkinan terkena kanker, serta menurunkan angka kematian akibat kanker. Beberapa faktor resiko kanker yang dapat dihindari :

  • Merokok, walaupun mewarisi gen tertentu adalah faktor utama resiko untuk beberapa jenis kanker, tetapi sebaiknya hindari rokok.
  • Olahraga teratur dan diet sehat.
  • Mengubah gaya hidup dan kebiasaan makan.
  • Menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan kanker.
  • Konsumsi obat-obatan untuk mengobati kondisi prakanker atau untuk mencegah kanker sebelum terjadi.
  • Menghindari faktor-faktor resiko dan meningkatkan faktor pelindung dapat menurunkan resiko terjadinya kanker.

Bagi beberapa wanita yang didiagnosis dengan kanker ovarium pada tahap awal, bedah adalah pengobatan yang diperlukan. Namun, ada banyak cara untuk mengobati kanker ovarium, pengobatan terbaik tergantung pada setiap kasus masing-masing.

Pengobatan tergantung dimana letak kanker, tahapannya, jenis kanker dan kesehatan umum pasien. Perawatan dasar untuk kanker ovarium adalah kemoterapi dan pembedahan. Kebanyakan pasien yang didiagnosis dengan kanker ovarium perlu menjalani kombinasi operasi dan kemoterapi, kadang-kadang perawatan kemoterapi dilakukan sebelum dan sesudah operasi.