Gejala Umum Pada Kulit Yang Wajib Anda Waspadai Terkait Diabetes

January 17, 2018

Diabetes yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi bagian dari tubuh anda, termasuk kulit. Ahli kesehatan menyarankan bahwa orang-orang yang mengalami diabetes harus merawat kulit mereka, dikarenakan diabetes dapat menyebabkan sejumlah masalah di kulit.

Masalah kulit timbul karena kadar gula darah yang tinggi, yang mengurangi sensitivitas saraf dan sirkulasi darah. Juga, banyaknya kehilangan cairan dalam tubuh karena kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan menyebabkan gatal-gatal. Orang-orang yang memiliki diabetes juga cenderung terkena infeksi kulit (bakteri dan jamur) yang dapat terjadi pada area tubuh, termasuk antara jari kaki, kuku dan pada kulit kepala.

Jika tidak ditangani dengan tepat, masalah kulit akan mengakibatkan komplikasi yang serius karena diabetes memperlambat proses penyembuhan. Ini adalah mengapa sangat penting untuk belajar tentang masalah kulit yang umum terkait dengan diabetes. Menangani dengan tepat waktu, akan lebih baik karena dapat mencegah komplikasi yang serius. Berikut adalah beberapa masalah kulit yang umum terkait dengan diabetes.

Acanthosis Nigricans

Masalah kulit ini ditandai dengan kulit gelap di antara lipatan leher yang terasa seperti beludru. ini adalah salah satu tanda-tanda pertama bahwa anda mungkin memiliki penyakit diabetes, sebagaimana itu terjadi akibat resistensi insulin.

Selain dari bagian belakang leher, acanthosis nigricans dapat juga mempengaruhi kulit di selangkangan dan ketiak. Namun jarang terjadi di bagian seperti wajah, paha, siku, lutut dan pusar. Orang gemuk yang terkena diabetes memiliki resiko lebih tinggi akan kondisi seperti ini, menurunkan berat badan adalah cara terbaik untuk mengurangi resiko.

Necrobiosis Lipoidica Diabeticorum

Ini adalah penyakit kulit umum lain yang dialami orang-orang yang di diagnosis terkena diabetes. Hal ini disebabkan oleh perubahan dalam pembuluh darah dan sangat mirip dengan dermopathy diabetes. Ini umumnya mempengaruhi bagian bawah kaki, Lesinya mungkin kecil atau memanjang pada area yang luas.

Bentuknya biasanya menonjol, berwarna kuning dan terlihat berlilin, serta memiliki pinggiran ungu. Dalam kasus yang parah, lesi dapat menjadi gatal dan menyakitkan. Kondisi ini mungkin memiliki periode aktif dan tidak aktif, tergantung pada seberapa baik anda mengendalikan tingkat gula darah.

Digital Sclerosis

Orang-orang yang menderita diabetes tipe 1 dapat mengalami digital sclerosis, dimana kondisi kulit yang menebal, padat dan tekstur kulit yang menyerupai lilin pada punggung tangan juga jari. Kadang-kadang penebalan kulit menyebar ke wajah, bahu dan dada. Menjaga kelembaban kulit anda bisa membantu melembutkannya tetapi mengendalikan tingkat gula darah jauh lebih baik untuk mengatasi masalah ini.

Eruptive Xanthomatosis

Diabetes tidak terkontrol dapat menyebabkan eruptive Xanthomatosis, kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan kecil seperti kacang, bewarna kuning kemerahan pada kulit dan menyebabkan gatal. Hal ini biasanya terjadi di punggung tangan, siku, kaki, lengan dan pantat.

Selain diabetes, orang dengan kolesterol tinggi dan trigliserida sangat tinggi (lemak dalam darah) memiliki resiko lebih tinggi terkena resiko ini. Jika anda penderita diabetes, turunkan kadar glukosa dalam darah anda, karena ini adalah pengobatan utama untuk masalah ini. Begitu kadar gula terkontrol, benjolan-benjolan itu akan hilang dalam beberapa minggu.

Bullosis Diabeticorum

Dikenal juga sebagai luka lecet atau lesi yang melepuh. Orang yang memiliki diabetes parah beresiko tinggi menderita masalah ini. Masalah kulit dapat terjadi di daerah punggung jari, tangan, jari kaki dan kadang-kadang pada kaki atau lengan. Luka terlihat seperti lecet akibat terbakar namun tidak terlalu menyakitkan. Menjaga kadar glukosa dalam darah adalah pengobatan utama dalam masalah ini.

Dermopathy Diabetes

Dalam hal ini, akan muncul bintik-bintik kecil pada kulit berbentuk oval ataupun lingkaran. Hal ini terjadi akibat adanya perubahan pembuluh darah yang memasok darah ke kulit. Biasanya terjadi pada tulang kering, tapi juga dapat terjadi pada lengan, paha dan area tubuh lainnya.

Bintik-bintik tersebut tidak berbentuk luka tapi kadang terasa gatal atau terasa sensasi seperti terbakar. Karena bintik-bintik tersebut biasanya tidak menimbulkan gejala, banyak yang menganggapnya hanya bintik-bintik penuaan. Tapi sebenarnya itu bukanlah bintik-bintik penuaan, bintik-bintik ini akan memudar setelah 18 sampai 24 bulan. Namun, jika gula darah anda tidak terkontrol, gejala ini bisa saja bertahan selamanya.

Granulamo Annulare

Komplikasi kulit akibat diabetes salah satunya adalah granulamo annulare ditandai dengan adanya ruam bergelombang atau berbentuk cincin yang berwarna merah atau coklat kemerahan. Biasanya terjadi pada jari dan telinga dan dapat menyebabkan gatal-gatal ringan. Dalam beberapa kasus, ada yang terjadi di bagian perut dan dada. Ruam tersebut akan hilang dengan sendirinya ketika kadar gula darah anda menurun.

Scleredema Diabeticorum

Hal ini ditandai dengan penebalan kulit pada daerah punggung atas dan belakang leher. Juga dapat terjadi pada wajah dan leher. Pengerasan kulit yang terjadi sedikit berwarna merah atau coklat. Penyakit ini biasanya berkembang perlahan-lahan selama beberapa tahun. Seiring berjalannya waktu akan mengurangi kepekaan pada daerah kulit yang terkena masalah ini. Untuk mendiagnosis yang tepat mengenai kondisi masalah kulit ini, dokter akan menyarankan anda untuk melakukan biopsi kulit.

Tips Penting Perawatan Kulit Bagi Penderita Diabetes

  • Pilihlah pengobatan terbaik untuk kondisi kulit yang paling berkaitan dengan diabetes dengan mengelola kadar gula darah melalu diet yang tepat dan perubahan gaya hidup yang sehat.
  • Ketika mencuci tangan dan selesai mandi, keringkan badan anda secara menyeluruh. Berhati-hatilah mengeringkan daerah bagian jari kaki, bawah lengan dan area lain dimana kelembaban akan menumpuk.
  • Gunakan pelembab yang bagus untuk menjaga kulit anda tetap lembut dan terhidrasi. Akan lebih baik jika anda menggunakan pelembab setelah mandi untuk membantu pelembab dapat meresap dengan baik.
  • Minum cukup air sepanjang hari untuk menjaga tubuh terhidrasi dan kulit menjadi lembab serta sehat.
  • Memakai pakaian longgar yang terbuat dari bahan katun untuk membantu penyerapan keringat dengan baik.
  • Memakai kaus kaki dan sepatu yang nyaman baik untuk merawat kulit kaki anda.
  • Makan makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran dan gandum utuh.
  • Berolahraga secara teratur, latihan cardio selama 30 menit lima kali dalam seminggu.
  • Memantau tingkat gula darah secara teratur.
  • Menghindari menggaruk kulit kering, yang dapat memungkinkan membuat lesi infeksi.
  • Segera mengobati memar dan luka, tidak peduli seberapa kecil memar dan luka tersebut.
  • Hindari mandi air panas yang dapat mengeringkan kulit.
  • Menggunakan bedak untuk menjaga lipatan-lipatan kulit kering
  • Teratur periksa kulit secara menyeluruh jika anda melihat tanda-tanda yang tidak biasa.