Hal-Hal Yang Menyebabkan Noda Pada Wajah

April 25, 2018

Kata “noda” kini telah menjadi identik dengan bekas jerawat. Jika anda melihat perubahan warna atau noda pada wajah anda, bekas jerawat adalah penyebab yang paling memungkinkan. Tapi, secara luas noda didefinisikan sebagai tanda atau perubahan warna pada kulit.

Dengan pemahaman ini, noda meliputi bekas jerawat, dermatosis papulosis, hipopigmentasi, lentigenes, melasma, rosacea, proliferations vaskular dan bekas luka wajah lainnya. Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin ada di balik setiap noda di wajah Anda.

1. Jerawat

Jerawat adalah salah satu kondisi kulit yang paling umum dan cukup membuat anda merasa frustasi. Penyebab jerawat itu sendiri bisa dikarenakan hormon, genetik atau karena obat tertentu. Jerawat terbentu dari kelenjar sebaceous, produksi minyak pada kulit dan peradangan pada folikel rambut.

Peradangan ini disebabkan oleh bakteri yang biasanya ada dalam folikel rambut, lalu berkembang biak di folikel rambut yang tesumbat. Ada 2 dasar jenis bekas jerawat, yaitu:

1. Bekas luka atrofi, Yaitu bekas luka yang disebabkan karena kurangnya kebersihan dan kolagen dan protein yang memberikan elastisitas dan tekstur pada kulit. Jenis bekas luka ini dibagi lagi menjadi:

  • Bekas luka ice-pick, ini bekas luka dalam, kecil dan berbintik. Ini terjadi sekitar 60-70% dari semua kasus bekas jerawat.
  • Bekas luka rolling, bekas luka ini memiliki lekuk luas dengan tepi miring. Ini terjadi sekitar 20-30% dari bekas jerawat.
  • Bekas boxcar, Bekas luka ini memiliki lekuk luas dengan tepi yang tajam. Ini terjadi sekitar 15-25% dari bekas jerawat.

2. Bekas luka hypertrophic atau keloid, bekas luka ini berwarna merah muda, tegas dan kasar. Ini jarang terjadi dan disebabkan karena endapan kolagen yang berlebihan serta penurunan aktivitas kolagenase.

Bekas jerawat terjadi benar-benar alami sehingga tidak perlu “diperbaiki”. Namun, jika anda masih ingin mengobatinya, ada banyak pilihan yang tersedia seperti perawatan medis, bedah dan laser.

2. Penuaan

Rambut memutih bukanlah satu-satunya merupakan tanda dari penuaan. Noda tertentu adalah ciri khas dari penuaan. Dan noda ini dapat dikategorikan menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Bintik-bintik, ini disebabkan karena paparan sinar matahari yang berlebihan atau bentuk lain dari sinar ultraviolet. Ditandai dengan bintik-bintik cokelat pada kulit dan berbahaya.
  2. Purpura, kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil yang disebut kapiler pecah dan mengeluarkan darah ke kulit. Noda ini berwarna merah pada awalnya secara bertahap berubah menjadi coklat atau ungu.
  3. Keratosis seboroik, noda ini halus dengan formasi kecil, bulat, seperti mutiara yang tertanam di dalamnya, kasar dan berkutil, atau coklat dan hitam. Penyebabnya tidak diketahui dan biasanya muncul di kepela, leher dan badan.

Meskipun, noda ini tidak memerlukan perawatan, prosedur tertentu seperti laser dan bedah dapat membantu memudarkannya. Pastikan untuk memilih prosedur yang disetujui dokter kulit dan bukan perawatan kosmetik.

3. Paparan Sinar Matahari

Inilah alasan lain bagi Anda untuk menyimpan beberapa tabir surya. Selain noda, kerusakan akibat sinar matahari dapat menyebabkan melasma. Kondisi ini adalah dengan ditandai adanya noda hitam yang tidak beraturan.

 

Hal ini umum pada wanita hamil dan wanita berusia 20 dan 30an. Penting untuk dicatat bahwa perubahan hormonal karena kontrasepsi, kehamilan atau terapi hormon menopause serta tingkat hormon tiroid yang rendah akan meningkatkan melasma.

Selain itu, paparan sinar matahari bisa menggelapakan noda pada wajah juga. Meskipun umumnya ini tidak menyebabkan hal yang harus dikhawatirkan, namun memungkinkan terhadap risiko mengembangkan penyakit kanker kulit.

4. Genetika

Terkadang, penyebab noda pada kulit anda adalah DNA. Selain jerawat, kelainan genetik tertentu dapat mempengaruhi noda pada wajah anda, termasuk:

  • Penyakit darier, kondisi ini meninggalkan noda seperti kutil di dahi. Noda ini biasanya berwarna kekuningan, keras saat disentuh, agak berminyak dan kadang mengeluarkan bau yang kuat. Paparan matahari, cedera, menggaruk dan konsumsi obat tertentu dapat memperburuk kondisi ini.
  • Penyakit Fabry, gangguan ini disebabkan karena penumpukan lemak jenis tertentu, globotriaosylceramide, dalam sel-sel tubuh. Ini menyebabkan pembentukan angiokeratomas, sekelompok kecil bintik merah gelap pada kulit.

Cacat gen lain termasuk tanda lahir, bintik cokelat, bintik hijau, biru atau gelap dan merah atau merah muda. Ini biasanya akan memudar dan ukurannya akan menyusut dengan seiring waktu

5. Kondisi Kulit

Kondisi tertentu dapat mempengaruhi kulit yang akan meninggalkan noda. Selain aktinik yang bersifat seborrheic datang dengan penuaan, kondisi kulit yang menyebabkan noda pada wajah, termasuk:

  • Rosacea, kondisi ini menyebabkan kulit memerah dan jerawat yang meninggalkan noda. Penyebab kondisi ini sendiri tidak diketahui
  • Cacar air, kondisi ini umum disebabkan karena virus varicella zoster dan meninggalkan luka atrophic bekas luka yang mungkin perlu perawatan untuk memudarkannya.
  • Herpes wajah, kondisi ini disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 dan meninggalkan bekas luka di sekitar bibir, hidung dan pipi. Prosedur bedah dan krim topikal tertentu dapat membantu memudarkan noda yang disebabkan oleh herpes.

Pada anak-anak, hipopigmentasi dapat terjadi karena kondisi seperti alba, vitiligo, nevus depigmentosus dan tinea versicolor. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, anda perlu berkonsultasi dengan seorang yang ahli dalam bidang ini.

Dengan semua faktor yang menyebabkan noda, tampak seperti tidak ada cara untuk menghindarinya. Dan penting untuk diingat bahwa hal ini umum dan sepenuhnya normal. Namun, jika setiap noda pada wajah anda tampaknya mencurigakan dan tidak normal, maka anda harus segera berkonsultasi dengan ahlinya.