Kebenaran Yang Tak Diungkapkan Mengenai Hipnotis

February 9, 2018

Semua orang tau hipnotisme melalui empat kata yang terkenal seperti “Anda akan merasa mengantuk” lalu orang yang dihipnotis pun tertidur sambil duduk atau berbaring. Biasanya sering anda lihat dari film-film atau tontonan sulap dan trik.

Hipnotisme dinilai oleh banyak psikiater profesional adalah sebagai bentuk terapi yang kredibel ketika berada di dalam standar perawatan psikiater. Hipnosis bukanlah ilusi seperti yang anda kira.

Namun, meski memiliki kemampuan membantu orang, ini bisa menjadi berbahaya dalam beberapa hal karena ini adalah bentuk pengendalian pikiran.

Sejarah Hipnotisme

Jika anda pernah melihat film koboi apapun, atau mungkin beberapa film horor, maka anda akan tau Alkohol untuk anestesi yang digunakan pada saat operasi.

Beberapa ratus tahun yang lalu, jika kaki seorang dipotong, maka tidak ada penggunaan obat bius seperti sekarang ini, yang digunakan adalah wiski. Tapi apakah anda tahu bahwa hipnotisme juga masuk dalam daftar anestesi pada tahun 1800an?

Hipnosis digunakan untuk membuat mati rasa pada sakit agar mencegah pasien shock atau terjadi sesuatu yang fatal dan ini bekerja dengan cukup baik.

Pemikiran atas materi ini mungkin tidak pernah dicontohkan lebih baik daripada ahli bedah Skotlandia James Esdaile, yang melakukan kira-kira 3.000 prosedur menggunakan hipnosis di India dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Menurut ahli saraf Marjorie Woollacott angka kematian dalam operasi sebelum menggunakan hipnotisme adalah setinggi 50 persen. Namun, ketika Dr Esdaile mulai menerapkan hipnosis untuk membuat mati rasa pada pasien, tingkat kematian menurun menjadi 5 persen.

Apakah Anda Pernah Di Hipnotis?

Masalah dengan hipnotisme adalah kejadian yang sangat tidak terduga. Beberapa orang bisa dengan mudah di hipnotis tapi sebagian lagi tidak. Hipnosis dan efektivitasnya sebagian besar masih merupakan misteri bagi ilmuwan saraf dan psikiater profesional,

Mereka tahu hal ini dapat bekerja, tetapi mereka tidak begitu yakin tentang hal “kenapa”, istilah kerennya “kok bisa ya”. Studi ilmiah yang diterbitkan oleh Fungsional otak dasar dari Hypnotizability, sedang berusaha untuk mengetahui mengapa sebagian orang lebih rentan terhadap hipnosis daripada yang lainnya.

Menurut penelitian, yang membuat seseorang lebih mudah terhipnosis daripada yang lain tergantung pada fungsi otak dan konektivitasnya. Orang-orang yang lebih mudah dihipnotis memiliki hubungan otak yang lebih kuat antara koerteks prefrontal dorsolateral kiri wilayah otak “kontrol eksekutif’ dan bagian otak yang dikhususkan untuk pengolahan info.

Dr Clifford N Lazarus di Psychology Today juga menulis bahwa selain memiliki sifat dari hypnotizability ini, seseorang juga harus bersedia dan terbuka terhadap ide hipnotisme.

Setiap Orang Memiliki Batas

Mampu menghipnotis seseorang bukan berarti anda dapat membuat orang lain melakukan apapun yang anda inginkan. Anda hanya bisa memberi saran kepada orang yang terhipnotis tentang hal-hal yang bisa mereka lakukan sendiri secara realistis.

Misalnya, Anda tidak bisa menghipnotis seseorang yang belum pernah menerbangkan pesawat sebelum melakukan serangan udara semasa perang. Pasien terhipnotis bukanlah boneka, mereka masih menjaga tingkat kesadarannya.

Anda bisa, bagaimanapun gunakan hipnosis untuk mewujudkan perubahan yang nyata bagi seseorang. Hipnosis umum misalnya sebagai membantu untuk berhenti merokok. Juga dapat membuang banyak kebiasaan buruk atau mengurangi rasa sakit, kecemasan, atau sensasi fisik lainnya yang tidak nyaman.

Kenangan Palsu

Hipnotisme tidak sama dengan pengendalian pikiran karena ada keterbatasan atas apa yang dapat dilakukan. Namun, hipnosis dapat memiliki efek yang sangat aneh. Yang paling menonjol yaitu dapat menanamkan atau menyulap kenangan palsu.

Ya, hipnotisme dapat membuat anda mengingat peristiwa yang tidak pernah terjadi. Untuk memberikan solusi untuk masalah ini, Dr. Joseph Green, seorang profesor psikologi di Ohio State, menulis sebuah studi untuk melihat bagaimana kenangan palsu yang dibentuk selama hipnosis.

48 siswa dipilih untuk berpartisipasi, 32 siswa diperingatkan sebelum menjalani hipnosis tentang kemungkinan membuat kenangan palsu, sementara sisanya tidak diberitahu.

Begitu dibawah pengaruh hipnosis, setiap siswa diminta untuk mengingat malam ketika mereka sudah tidur dimana pada malam itu mereka mendengar keributan pada jam 4 pagi. Setelah hipnosis, banyak siswa yang teringat akan suara keributan itu.

Sekitar 28 persen dari mereka yang telah diberitahu akan bahaya ingatan palsu teringat akan suaranya dan  44 persen dari mereka yang tidak mengingatnya.

Jadi sepertinya bahwa peringatan seseorang tentang kenangan palsu sebelum di hipnosis dapat membantu mencegah kebingungan ini.

Pikiran Dan Tubuh Yang Terkoneksi

Para ahli dan psikiater sedang mempelajari untuk mengetahui seluk beluk hipnotisme. Karena hipnosis dapat membuat mati rasa terhadap rasa sakit, jelas ini ada hubungannya antara pikiran dan tubuh.

Di akhir tahun 90 an, dalam sebuah eksperimen atau yang bisa disebut penyiksaan, Pierre Rainville dari University of Montreal meminta kepada peserta untuk meletakkan tangan mereka ke dalam air bersuhu 46 derajat celcius, ini cukup panas untuk menyebabkan rasa sakit.

Beberapa dari mereka telah diberitahu bahwa air panas itu akan menyakitkan, sementara yang lain hanya diberitahu akan merasakan sedikit sakit. Ketika peserta terhipnotis menempatkan tangan mereka secara singkat di dalam air, otak mereka dipindai untuk melihat apakah ada semacam peristiwa fisik internal yang terjadi pada saat bersamaan.

Orang-orang yang telah diberitahu bahwa akan menyebabkan rasa sakit yang sedikit menunjukan kurangnya aktivitas pada otak mereka.

Bahaya Hipnotisme

Beberapa orang tidak boleh menjalani hipnoterapi, karena hipnosis adalah semacam permainan mental. Orang-orang dengan gangguan mental atau kejiawaan seharusnya tidak boleh di hipnotis

Menurut Cleveland Clinic, hipnoterapi tidak cocok untuk seseorang yang memiliki gejala psikotik, seperti halusinasi dan delusi atau untuk seseorang yang menggunakan obat-obatan dan alkohol. Karena hipnosis dapat mengubah otak dan keadaan pikiran seseorang, mereka yang sudah memiliki gangguan mood atau masalah pada kenyataannya akan dilukai oleh prosesnya.

Jika anda menderita penyakit mental seperti Skizofrenia atau gangguan bipolar, anda harus berkonsultasi kepada dokter tentang standar perawatan medis sebelum menjalankan langsung ke hipnoterapis terdekat.

Persalinan Dengan Hipnosis

Karena hipnosis dapat mempengaruhi rasa sakit yang akan dialami, tidak mengherankan jika banyak yang ingin menggunakan cara ini untuk melahirkan. Banyak wanita pergi kebeberapa tempat persalinan untuk mengetahui pengalaman melahirkan, ternyata apa yang mereka lihat betapa banyak tempat persalinan yang menyebalkan.

Dengan melihat proses yang menyakitkan dan jeritan, itu sebabnya banyak perempuan beralih ke persalinan dengan hipnosis untuk memudahkan.

Ketika seorang wanita mempersiapkan diri untuk melahirkan dengan hipnosis, maka akan diberikan sugesti untuk menggantikan ketakutan dengan harapan bahwa akan aman dan nyaman saat melahirkan.

Alih-alih berfokus pada semua informasi negatif yang anda tau bahwa betapa sakitnya melahirkan, hipnosis dapat menggantikan pikiran tersebut dengan hal yang lebih positif yang sebaliknya. Tidak hanya menenangkan pikiran, tapi wanita yang telah menjalani hypnobirths melaporkan bahwa ini membuat pengalaman fisik melahirkan yang jauh lebih mudah dan tidak terlalu menyakitkan.

Pengendalian Diri

Anda tidak harus dihipnotis dengan tangan orang lain. Alasan persalinan dengan hipnosis bekerja begitu banyak untuk wanita karena itu adalah bentuk kontrol diri, anda dapat melakukannya sendiri.

Self hipnosis melibatkan pernapasan dan latihan visualisasi. Anda dapat belajar untuk menggunakan hipnosis sebagai mekanisme membantu mengatasi kecemasan, sakit dan kecanduan. Seberapa baik kerjanya tergantung pada berbagai faktor, seperti kemauan dan hiypnotizability.