Mengenal Gangguan Kecemasan Sosial Lebih Jauh

April 17, 2018

Banyak orang yang merasa gugup atau malu pada suatu kesempatan seperti saat memberikan sebuah pidato atau wawancara pekerjaan baru. Tapi bagi penderita fobia sosial atau kecemasan sosial mereka mengalami lebih dari sekedar rasa malu dan gelisah.

Penederita gangguan kecemasan sosial, memiliki rasa takut untuk mempermalukan diri sendiri yang sangat kuat. Sehingga mereka berusaha keras untuk menghindari situasi yang dapat memicu itu. Tak peduli betapa memalukan atau seberapa buruknya anda harus belajar untuk tetap merasa nyaman dalam situasi sosial.

Apa Gangguan Kecemasan Sosial?

Gangguan kecemasan Sosial yang disebut juga sebagai fobia sosial adalah jenis gangguan kecemasan yang menyebabkan rasa takut ekstrim dalam situasi sosial tertentu. Terutama situasi yang tidak terbiasa atau di mana Anda merasa Anda akan disaksikan atau dievaluasi oleh orang lain.

Situasi ini mungkin sangat menakutkan, bahwa Anda sangat cemas dan hanya berpikir atau berusaha keras untuk menghindari orang lain. Orang dengan gangguan ini memiliki kesulitan berbicara dengan orang, bertemu orang baru dan menghadiri pertemuan sosial.

Anda mungkin takut bahwa orang akan berpikir buruk tentang Anda atau bahwa Anda tidak lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Anda tahu bahwa ketakutan Anda tidak masuk akal, tetapi anda tidak berdaya untuk mengatasinya.

Kecemasan sosial ini berbeda dari rasa malu. Rasa malu biasanya hanya dalam jangka pendek dan tidak mengganggu kehidupan seseorang. Kecemasan sosial terus berlanjut dan melemahkan. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk :

  • Bekerja.
  • Menghadiri sekolah.
  • Menjalin hubungan yang erat dengan orang-orang di luar keluarga mereka.

Menurut Anxiety and Depression Association of America (ADAA) ada sekitar 15 juta orang dewasa di Amerika memiliki gangguan kecemasan sosial. Gejala dari gangguan ini mungkin di mulai sekitar usia 13 tahun.

Penyebabnya

Penyebab yang tepat dari fobia sosial tidak diketahui. Namun, penelitian saat ini mendukung gagasan bahwa hal ini bisa disebabkan oleh kombinasi faktor lingkungan dan genetika. Pengalaman negatif juga dapat menyebabkan gangguan ini, termasuk:

  • Bullying
  • Konflik keluarga
  • Pelecehan seksual.

Meskipun anda merasa bahwa anda adalah satu-satunya yang mengalami masalah ini, kecemasan sosial sebenarnya cukup umum. Banyak orang yang berjuang dengan ketakutan ini. Tapi situasi yang memicu gejala gangguan kecemasan sosial bisa berbeda-beda.

Beberapa orang mengalami kecemasan dalam situasi sosial, sementara yang lainnya kecemasan hanya muncul dalam situasi sosial tertentu, seperti berbicara pada orang asing, berbaur di pesta-pesta atau tampil di depan orang banyak.

Pemicu kecemasan sosial yang umum, termasuk:

  • Bertemu orang baru
  • Memulai obrolan ringan
  • Berbicara di depan umum
  • Melakukan pertunjukan di panggung
  • Menjadi pusat perhatian
  • Diawasi ketika melakukan sesuatu
  • Diejek atau dikritik
  • Berbicara dengan orang-orang atau figur penting
  • Dipanggil ke depan kelas
  • Pergi kencan
  • Berbicara di sebuah pertemuan
  • Menggunakan toilet umum
  • Mengambil ujian
  • Makan atau minum di depan umum
  • Menelpon
  • Menghadiri pertemuan sosial.

Kelainan Fisik seperti ketidakseimbangan serotonin dapat berkontribusi untuk kondisi ini. Serotonin adalah bahan kimia dalam otak yang membantu mengatur suasana hati. Amigdala yang terlalu aktif (struktur otak yang mengontrol respons takut dan perasaan atau pikiran kecemasan) juga dapat menyebabkan gangguan ini.

Gangguan kecemasan bisa terjadi dalam keluarga. Namun, peneliti tidak yakin jika ini benar-benar terhubung dikarenakan faktor genetik.

Misalnya, seorang anak mungkin mengembangkan gangguan kecemasan dengan belajar perilaku dari salah satu orang tua mereka yang memiliki gangguan kecemasan. Anak-anak juga dapat mengembangkan gangguan kecemasan karena dibesarkan dalam lingkungan yang mengendalikan atau terlalu protektif.

Gejalanya

Interaksi sosial dapat menyebabkan gejala fisik sebagai berikut :

  • Wajah memerah
  • Mual
  • Keringat berlebih
  • Gemetar dan takut
  • Kesulitan berbicara
  • Pusing atau sakit kepala ringan
  • Detak jantung cepat.

Sementara gejala psikologisnya mencakup :

  • Sangat mengkhawatirkan situasi sosial
  • Khawatir beberapa hari bahkan beberapa minggu sebelum acara dimulai
  • Menghindari situasi sosial atau mencoba berbaur jika Anda harus hadir
  • Khawatir akan memalukan diri sendiri dalam situasi sosial.
  • Khawatir bahwa orang lain melihat dan mengetahui anda sedang gugup
  • Menghindari sekolah dan kerja karna kecemasan.

Normal untuk merasa cemas sekali-sekali, namun bila anda memiliki fobia sosial, Anda selalu takut dihakimi orang lain atau dipermalukan di depan mereka. Anda dapat menghindari semua situasi sosial, termasuk :

  • Mengajukan pertanyaan
  • Wawancara kerja
  • Belanja
  • Menggunakan toilet umum
  • Berbicara di telepon
  • Makan di depan umum.

Gejala kecemasan sosial mungkin tidak terjadi dalam segala situasi. Anda dapat memiliki kecemasan terbatas atau selektif. Sebagai contoh, gejala hanya dapat terjadi ketika Anda makan di depan orang atau berbicara dengan orang asing.

Gejala dapat terjadi di semua pengaturan sosial jika Anda memiliki kasus ekstrim.

Pengobatan Untuk Fobia Sosial

Beberapa jenis pengobatan tersedia untuk gangguan kecemasan sosial. Hasil pengobatan berbeda dari orang ke orang. Beberapa orang hanya perlu satu jenis pengobatan. Namun, orang lain mungkin memerlukan lebih dari satu pengobatan.

Penyedia layanan kesehatan anda mungkin akan merujuk pada penyedia kesehatan mental untuk melakukan pengobatan. Terkadang penyedia perawatan primer akan menyarankan obat untuk mengobati gejala. Pilihan pengobatan untuk gangguan kecemasan sosial, termasuk :

Terapi Prilaku Kognitif

Terapi ini membantu anda belajar bagaimana untuk mengendalikan kecemasan melalui relaksasi dan pernapasan serta bagaiman untuk mengganti pikiran negatif menjadi pikiran yang positif.

Terapi Pemaparan

Jenis terapi ini membantu anda secara bertahap menghadapi situasi sosial, daripada menghindari mereka.

Terapi Kelompok

Terapi ini membantu anda belajar keterampilan sosial dan teknik untuk berinteraksi dengan orang-orang dalam pengaturan sosial. Berpartisipasi dalam terapi kelompok dengan orang lain yang memiliki ketakutan yang sama membuat anda merasa tidak sendirian. Ini akan memberi anda kesempatan untuk berlatih keahlian baru.

Perawatan rumahan juga bisa dilakukan untuk membantu pengobatan, termasuk:

Menghindari Kafein

Makanan seperti kopi, cokelat dan soda adalah stimulan yang dapat meningkatkan kecemasan.

Tidur Yang Cukup

Mendapatkan sedikitnya tidur selama 8 jam setiap malam sangat dianjurkan. Kurang tidur dapat meningkatkan kecemasan dan memperburuk gejala fobia sosial.

Penyedia layanan kesehatan akan meresepkan obat yang mengobati kecemasan dan depresi jika kondisi anda tidak membaik dengan terapi dan perubahan gaya hidup. Obat-obat ini tidak menyembuhkan gangguan sosial. Namun, dapat memperbaiki gejala dan membantu Anda dalam menjalani kehidupan sehari-hari Anda dengan normal.

Diperlukan waktu hingga 3 bulan dalam mengkonsumsi obat untuk memperbaiki gejala. Obat-obatan yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk mengobati gangguan kecemasan sosial seperti Paxil, Zoloft dan Effexor XR.

Penyedia layanan kesehatan akan memberikan obat dengan dosis rendah dan secara bertahap dalam meningkatkan resep untuk menghindari efek samping. Efek samping yang umum dari obat-obat ini meliputi :

  • Insomnia
  • Penambahan berat badan
  • Sakit perut
  • Kurangya hasrat seksual.

Sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu kepada penyedia layanan kesehatan anda untuk mengetahui manfaat dan risiko dalam memutuskan pengobatan mana yang tepat untuk anda.