Mengenal Virus Zika, Gejala Dan Pencegahannya

February 2, 2018

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh gigitan nyamuk malaria. Nah, virus zika ini penyakit demam ringan yang ditularkan oleh nyamuk aedes. Virus ini ditularkan kepada orang-orang melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi.

Virus zika dapat menyebar sangat cepat dan banyak orang yang tidak menyadarinya. Setiap hari, ada saja yang didiagnosa terkena virus ini. Virus zika masih tergolong flavivirus yang berhubungan dengan demam, demam kuning, ensefalitis Jepang dan penyakit West Nile.

Orang yang terinfeksi virus zika harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah agar tidak digigit oleh nyamuk dalam seminggu pertama, karena virus dalam darah akan dengan mudah ditularkan kepada orang lain melalui nyamuk yang menggigitnya. Nyamuk yang terinfeksi kemudian akan menyebarkan virus kepada orang lain.

Pada umumnya virus ini tidak menular melalui orang ke orang. Virus zika ini pertama kali ditemukan di hutan Uganda pada tahun 1947, belum ada vaksin atau pengobatan untuk menghentikah atau mengontrol wabah ini.

Gejala Dan Deteksi

Gejala penyakit virus ini tidak jelas, namun para ahli percaya ini bisa memakan waktu beberapa hari. Gejala-gejalanya mirip dengan gigitan nyamuk lainnya seperti demam berdarah dan chikungunnya dan biasanya berlangsung selama 2-7 hari.

Menurut WHO, tanda-tanda umum dan gejalanya yaitu demam ringan, ruam pada kulit, mata merah, nyeri sendi dan otot serta sakit kepala. Gejala ini tidak kronis dan jarang menyebabkan kematian.

Namun, sekitar 80% orang terinfeksi dengan virus ini tidak menunjukan gejala apapun. Untuk mendeteksi virus zika, bisa melalui pengujian molekuler yang canggih dengan mengirimkan sampel darah yang akan dikirim kelaboratorium.

Risiko Terhadap Anak Yang Belum Lahir

Ada bukti yang menyatakan bahwa virus zika yang terjadi saat dalam masa kehamilan maka akan menyebabkan cacat lahir yaitu microcephaly (kepala bayi yang lebih kecil).

Microcephaly dapat menyebabkan keterbelakangan mental, penundaan dalam berbicara, gerakan dan pertumbuhan bayi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), wanita yang sedang hamil sebaiknya menunda perjalanan ke daerah dimana virus zika tersebar.

Pengembangan Vaksin

Saat ini, belum ada vaksin terhadap virus zika. Namun, upaya masih sedang dilakukan untuk membuat vaksin yang mungkin memakan waktu beberapa tahun untuk membuat dan menguji efektivitasnya.

Para peneliti di Institut Nasional alergi dan penyakit menular yang bekerja untuk mengembangkan vaksin dan memperkirakan memerlukan waktu sekitar 10-12 tahun. Juga perusahaan India, Bharat Biotech Internasional mengumumkan bahwa mereka sedang mengerjakan vaksin.

Pencegahan Dan Pengendalian

Pilihan pengobatan dan vaksinasi yang tepat belum tersedia, sangat penting untuk mengontrol penyebaran virus zika. Berikut beberapa langkah dasar untuk melakukan pencegahan :

  • Jauhi dan hindari tempat-tempat yang terdapat banyak nyamuk dan tempat perkembangbiakan nyamuk.
  • Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh, seperti kemeja lengan panjang dan celana panjang. Juga memakai pakaian berwarna terang, karena pakaian berwarna gelap menarik nyamuk untuk mendekat.
  • Orang tua, anak kecil atau orang sakit harus tetap berada di dalam ruangan untuk menghindari gigitan nyamuk terutama selama siang hari.
  • Menjaga sekitar daerah rumah anda tetap bersih untuk menghindari perkembangbiakan nyamuk.
  • Nyamuk berkembang biak dalam genangan air. Kosongkan atau tutup wadah yang didalamnya terdapat air. Buang barang-barang yang tidak diperlukan yang bisa menampung air seperti ban dalam bekas atau botol.
  • Jaga agar pintu dan jendela tertutup semaksimal mungkin.
  • Jangan pergi ke kolam renang, karena banyak terdapat tempat berkembang biaknya nyamuk.
  • Ketika bepergian ke daerah-daerah yang terinfeksi virus zika, lakukan hal-hal pencegahan untuk menghindari gigitan nyamuk.
  • Jika bepergian membawa bayi atau anak kecil, jaga mereka agar berpakaian tertutup dan gunakan kereta dorong atau tempat tidur yang ditutupi dengan kelambu.
  • Menginap di hotel atau tempat lain yang memiliki AC, nyamuk tidak dapat bertahan hidup dalam suasana yang dingin. Jika tidak ada AC, pilih ruangan dengan memiliki gorden pada jendela dan pintu.
  • Jika berada di luar ruangan, tidurlah di dalam kelambu. Untuk perlindungan tambahan tetap berada dalam kelambu sebisa mungkin pada siang hari.
  • Hindari kegiatan outdoor saat fajar dan senja, Nyamuk yang membawa virus zika lebih aktif pada siang hari daripada malam.
  • Gunakan lotion dan obat nyamuk, namun tetap berhati-hati jika anda memiliki bayi yang berusia 2 bulan.
  • Wanita hamil dan yang sedang program hamil harus menghindari bepergian ke daerah yang terinfeksi virus zika. Jika diperlukan untuk melakukan perjalanan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Tips Untuk Orang-Orang Yang Terinfeksi Virus Zika

Belum ada obat untuk melawan infeksi virus zika. Jika anda terinfeksi maka anda bisa mengikuti tips berikut untuk membantu mempercepat pemulihan anda.

  • Beristirahat yang banyak untuk membantu tubuh anda cepat sembuh.
  • Minum banyak air, teh hijau, jus buah dan sayuran untuk mencegah dehidrasi. Tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu pemulihan lebih cepat.
  • Makan makanan yang mengandung sifat antivirus untuk membantu tubuh melawan infeksi. Makanan tersebut seperti jahe, bawang putih, lemon, akar manis dan oregano (pot marjoram).
  • Mengkonsumsi obat-obatan seperti asetaminofen untuk membantu mengurangi demam dan tubuh yang sakit.
  • Jangan konsumsi aspirin atau obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) yang dapat meningkatkan risiko pendarahan.
  • Jika anda minum obat untuk kondisi kesehatan yang lain, konsultasilah terlebih dahulu sebelum anda mengkonsumsi obat-obatan yang lain.

Respon WHO

Who mendukung negara-negara yang berusaha mengontrol virus zika dengan mengambil tindakan yang diuraikan dalam “Kerangka  Respon Strategis ZIKA”

  • Menentukan dan memprioritaskan penelitian virus Zika dengan mengadakan para pakar.
  • Meningkatkan pengawasan terhadap virus zika dan potensi komplikasi.
  • Memperkuat kemampuan terlibat dalam komunikasi untuk lebih memahami risiko yang terkait dengan virus Zika.
  • Memperkuat kapasitas laboratorium untuk mendeteksi virus.
  • Mendukung otoritas kesehatan untuk menerapkan strategi pengendalian vektor yang ditujukan untuk mengurangi nyamuk Aedes.
  • Mempersiapkan rekomendasi untuk perawatan klinis dan menindak lanjuti terhadap orang-orang yang terkait dengan infeksi virus zika, juga bekerja sama dengan ahli dan lembaga-lembaga kesehatan lainnya.

Jika anda mengunjungi anggota keluarga atau teman yang terinfeksi virus zika di rumah sakit, anda harus menghindari kontak dengan darah atau cairan tubuhnya. Kalau hanya sekedar membantu mereka duduk dan berjalan tidak akan menularkan virus ini kepada anda. Pastikan anda telah mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuhnya.