Rahasia Wanita Jepang Terlihat Langsing Dan Awet Muda

January 31, 2018

Jika anda pernah ke Jepang atau bertemu dengan orang Jepang, pasti terlintas dalam pikiran anda “Kenapa wanita jepang selalu terlihat langsing dan awet muda?” Gaya hidup dan pola makan orang Jepanglah yang membuat mereka tetap sehat dan muda.

Kenyataannya banyak orang berusia lebih dari 100 tahun yang  berasal dari Jepang dan masih dalam keadaan yang sehat. Jepang tidak hanya mementingkan rasa dari makanan tapi juga manfaat kesehatan dari makanan tersebut.

Berikut rahasianya, kenapa sih wanita jepang tetap langsing dan tidak pernah terlihat tua.

1. Minum Teh Hijau

Orang jepang sangat suka minum teh, terutama teh hijau. Matcha yang terbuat dari daun kualitas tinggi, dikeringkan dan digiling menjadi bubuk halus. Bubuk ini lalu dicampur dengan air panas. Teh hijau biasanya juga digunakan dalam upacara minum teh, yang merupakan kegiatan budaya Jepang yang melibatkan persiapan upacara dan penyajian matcha.

Teh hijau tidak hanya lezat tetapi juga menyimpan segudang manfaat. Ini adalah salah satu teh sehat di dunia, kaya akan antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dan menunda proses penuaan. Bahkan membantu penurunan berat badan. Minum teh hiju juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.

Menurut studi yang diterbitkan di JAMA, orang dewasa di Jepang yang mengkonsumsi teh hijau lebih tinggi, maka memiliki resiko lebih rendah terhadap kematian karena akibat penyakit kardiovaskular. Studi ini juga mengatakan bahwa warga di negara Jepang yang minum 5 cangkir teh hijau dalam satu hari memiliki 26 persen tingkat yang lebih rendah akan kematian.

2. Mengkonsumsi Makanan Difermentasi

Orang jepang sering makan makanan yang difermentasi seperti kefir, kombucha, asinan kubis, miso, tempe dan kimchi.

Makanan terfermentasi adalah makanan yang telah melalui proses fermentasi lacto. Dalam proses ini, bakteri alami memakan gula dan pati dalam makanan dan menciptakan asam laktat. Fermentasi mempertahankan nutrisi alami dalam makanan dan menciptakan enzim yang bermanfaat seperti vitamin B, omega 3 asam lemak dan berbagai jenis probiotik.

Fermentasi menghasilkan bakteri usus yang baik dan memecah makanan ke dalam bentuk yang lebih mudah di cerna, hal itu membantu pencernaan yang akhirnya membantu menjaga berat badan. Selain itu, hal ini membantu mengusir racun berbahaya dan logam berat di sel-sel jaringan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal antropologi fisiologis melaporkan, bahwa adanya hubungan antara produk susu fermentasi dan pertumbuhan mikroba usus yang bermanfaat. Studi ini juga mencatat penemuan penting, bahwa makanan dan bumbu fermentasi memiliki pengaruh positif pada mikrobiota usus, karena ada pengaruh terhadap komunikasi otak usus jangka panjang.

3. Konsumsi Makanan Laut

Tidak seperti di Amerika, Orang Jepang lebih sering makan makanan laut daripada daging merah, yang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, kolesterol tinggi dan penyakit inflamasi.

Nasi atau mie yang disertai dengan berbagai jenis makan laut adalah makanan yang umum di Jepang. Seperti yang anda tau Jepang di kelilingi oleh laut, makanan seperti kerang, tuna, salmon, dan udang sangat populer dalam masakan Jepang.

Ikan baik untuk anda karena mengandung protein kualitas tinggi, berbagai nutrisi dan asam lemak omega 3 yang sangat baik untuk otak, jantung dan organ lainnya.

Khususnya Omega 3 asam lemak, sangat membantu dalam mengurangi lemak dalam tubuh, terutama lemak perut. Seafood juga mengurangi peradangan di dalam tubuh dan bermanfaat bagi sistem saraf. Ini juga menjadikan kulit halus. Lemak sehat ini membantu mencegah berbagai penyakit kulit, seperti dermatitis atopik, psoriasis, jerawat dan kanker.

Jepang juga percaya semakin sehat ikan yang anda makan, maka semakin baik untuk anda. Inilah sebabnya mengapa mereka mempunyai berbagai cara dalam mengolah ikan, seperti di makan mentah, direbus, dipanggang, digoreng atau dikukus.

4. Makan Dengan Porsi Kecil

Ukuran porsi yang lebih kecil dapat membuat anda makan lebih sedikit, sehingga membantu anda menurunkan berat badan. Hal ini mencegah asupan makan berlebihan dan asupan kalori yang tidak disengaja. Ternyata Makan dalam porsi kecil adalah bagian dari budaya Jepang juga Lho.

Ketika dalam mengelola berat badan, porsi makan lebih kecil lebih penting daripada jenis makanan yang anda makan. Beberapa dasar-dasar penyajian makanan di Jepang :

  • Tidak mengisi piring, penuh dengan makanan.
  • Tidak harus memakan semua makanan yang tersaji.
  • Makanan segar adalah yang terbaik.
  • Makanan dihias dan diatur dengan benar untuk menampilkan keindahan.

5. Berjalan Kaki

Di Jepang, Pria maupun wanita sering berjalan kaki, saat pergi kerja atau hanya sekedar berjalan-jalan santai saja. Berjalan sangat baik untuk membentuk tubuh tetap langsing. Berjalan tidak hanya menjaga bentuk tubuh, tapi juga meningkatkan kesehatan kardiovaskular, meningkatkan energi serta suasana hati dan membantu mengurangi stres.

Bahkan anak-anak berjalan kaki pergi ke sekolah tanpa diantar oleh orang tua mereka. Selain berjalan, penggunaan sepeda juga sangat populer, sebagian orang banyak menggunakan sepeda kemana-mana, ini juga bagian dari bentuk latihan yang baik.

6. Tidak Makan Sambil Jalan

Waktu makan di Jepang adalah saat yang sakral yaitu periode mengisi energi pada tubuh maka tidak ada yang makan sambil berjalan. Hal ini dianggap tidak sopan walaupun masih diterima jika anda makan saat sedang dalam perjalanan. Itulah sebabnya, anda akan jarang melihat siapa pun yang makan di jalan atau saat naik angkutan umum.

Di Jepang, saat makan tidak boleh melakukan apapun. Tidak sambil menonton TV apalagi sambil bekerja. Kebersihan dan penyajian pada makanan juga bagian penting dari makan makanan Jepang.

Mereka juga makan dengan lambat, memberi waktu pada perut untuk memproses makanan. Sumpit memberi peran dalam mengurangi kecepatan makan, memakan makanan dengan lambat akan membuat sinyal pada otak untuk memberitahu anda “cukup” dibandingkan dengan orang yang makan dengan cepat, yang mengakibatkan makan berlebihan.

7. Metode Memasak Sehat

Masakan Jepang tidak hanya menggunakan bahan-bahan yang sehat tetapi juga menggunakan metode yang sehat. Teknik memasak di Jepang di dominasi dengan masakan direbus dan dipanggang bahkan disajikan mentah. Teknik-teknik memasak ini juga membantu dalam menjaga rasa dan nutrisi dari bahan makanan.

Makanan digoreng agak langka di Jepang. Ketika disajikan makanan yang digoreng seperti tempura maka dapat dinikmati bersama hidangan lainnya, sehingga cara ini menjaga keseimbangan dalam makanan sehat.

8. Berlatih Seni Bela Diri

Ada berbagai jenis bela diri yang populer di Jepang. Seni bela diri Jepang seperti karate, judo, aikido dan lainnya memainkan peran kunci dalam meningkatkan tingkat kebugaran dan kesehatan secara keseluruhan.

Kebanyakan seni bela diri meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan daya tahan, membantu membangun kekuatan otot dan meningkatkan fleksibilitas otot. Hal ini juga membantu penurunan berat badan dan memperlambat proses penuaan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam klinis media wawasan menyatakan latihan seni bela diri bagi kesehatan wanita dapat meningkatkan susunan tubuh, meningkatnya pembentukan tulang dan mengurangi peradangan pada wanita premenopause dan obesitas.

9. Pemandian Air Panas

Dalam bahasa setempat sumber air panas dikenal sebagai “onsen” sebagai negara yang aktif secara vulkanik, Jepang memiliki ribuan sumber air panas. Air panas memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dan bermanfaat bagi kesehatan karena suhu air memiliki kandungan mineral seperti magnesium, kalsium, silika dan niacin.

Ketika anda menikmati mandi air panas, kulit anda terendam dalam mineral ini dan akan meningkatkan hidrostatik. Ini baik untuk sirkulasi darah dan aliran oksigen ke seluruh tubuh. Sirkulasi darah dan oksigen yang baik bermanfaat untuk hati anda serta organ vital dan jaringan lain.

Mandi air panas setidaknya dua kali sebulan adalah salah satu alasan mengapa wanita Jepang tampak muda dan tetap langsing serta membantu mengurangi stres dan membantu tidur lebih baik yang bermanfaat pada kesehatan kulit.

10. Makanan Penutup Yang Sehat

Makanan penutup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masakan Jepang. Wanita Jepang jarang memakan permen ini juga salah satu rahasia mengapa mereka terlihat langsing.

Di Jepang, orang lebih suka makan makanan segar pada akhir makan, bukan gula yang menjadi salah satu penyebab utama di balik munculnya obesitas.

Karena itu Jepang membuat permen lebih sedikit mengandung gula dengan menggunakan bahan-bahan yang sehat seperti tepung soba dan buah-buahan segar.