Semua Hal Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Penyakit Epilepsi

March 3, 2018

Pernahkah anda mengalami situasi dimana anda melihat seseorang jatuh dan kejang? Anda pasti kaget dan bingung harus melakukan apa. Tahukah anda hal itu disebut dengan epilepsi, atau bahasa lainnya penyakit ayan.

Anda pasti bingung apa sih epilepsi itu? Apakah hal itu termasuk salah satu penyakit yang berbahaya atau bahkan menular?

Nah, sebelum anda makin penasaran, mari simak penjelasan berikut ini.

Apa itu Epilepsi?

Epilepsi adalah gangguan yang menyebabkan kejang secara tiba-tiba, kejang terjadi dikarenakan serbuan aktivitas listrik dalam otak. Ada 2 jenis utama kejang, Kejang yang mempengaruhi seluruh otak dan yang hanya mempengaruhi sebagian.

Kejang ringan yang terjadi sulit untuk dikenali. Ini dapat berlangsung beberapa detik, selama itu anda tidak memiliki kesadaran.

Kejang yang lebih kuat bisa menyebabkan otot tak terkendali dan dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Selama kenjang, beberapa orang kebingungan atau hilang kesadaran. Setelah itu dia akan kehilangan memori atas apa yang terjadi pada dirinya.

Beberapa alasan terjadinya kejang :

  • Demam tinggi
  • Trauma kepala
  • Gula darah yang sangat rendah.

Epilepsi adalah suatu kelainan neurologis yang cukup umum dan mempengaruhi 65 juta orang di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, mempengaruhi sekitar 3 juta orang.

Siapapun bisa terkena epilepsi, tapi lebih umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Terjadi lebih banyak pada pria dibanding wanita. Belum ada pengobatan untuk epilepsi, tapi gangguan bisa diatasi dengan obat-obatan dan strategi lain.

Tanda Dan Gejala

Kejang merupakan gejala epilepsi yang paling utama. Gejala bisa berbeda dari satu orang ke orang yang lainnya dan sesuai dengan jenis kejang.

Kejang Fokal (sebagian)

Kejang parsial sederhana ini tidak mengakibatkan kehilangan kesadaran. Gejalanya termasuk :

  • Perubahan rasa, bau, penglihatan, pendengaran dan sentuhan
  • Pusing
  • Kesemutan dan kaki yang bergera-gerak.

Kejang parsial kompleks akan mengakibatkan kehilangan kesadaran. Gejalanya termasuk :

  • Tatapan kosong
  • Tidak responsif
  • Melakukan gerakan yang berulang.

Kejang Umum

Kejang umum melibatkan seluruh otak. Terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

Tidak adanya kejang, yang disebut “kejang petit mal” menyebabkan tatapan kosong. Jenis kejang bisa menyebabkan gerakan yang berulang seperti bibir yang bergerak atau berkedip. Ada juga yang hilang kesadaran sebentar.

Kejang tonik menyebabkan kekakuan otot

Kejang atonik menyebabkan hilangnya kontrol otot dan dapat membuat anda jatuh tiba-tiba

Kejang klonik yaitu melakukan gerakan berulang, pada otot wajah, leher dan lengan.

Kejang hyperkinesia menyebabkan lengan dan kaki bergerak secara spontan.

Kejang tonik-klonik, gejala yang terjadi termasuk :

  • Kaku tubuh
  • Gemetar
  • Kehilangan kendali pada kandung kemih atau usus
  • Menggigit lidah
  • Kehilangan kesadaran
  • Setelah kejang, anda akan merasakan sakit selama beberapa jam.

Apa Yang Memicu Epilepsi?

Beberapa orang bisa mengenali sesuatu hal atau situasi yang dapat memicu kejang. Beberapa yang paling sering terjadi yaitu :

  • Kurang tidur
  • Sakit atau demam
  • Stres
  • Lampu terang, lampu berkedip atau pola
  • Kafein, alkohol, obat-obatan atau narkoba
  • Melewatkan makan, makan berlebihan, atau bahan makanan tertentu.

Mengidentifikasi pemicu tidaklah mudah. Salah satu kejadian tidak selalu berarti adalah hal yang memicu. Seringkali beberapa faktor kombinasi yang memicu kejang.

Cara yang terbaik untuk menemukan pemicu adalah untuk membuat catatan harian yang menyebabkan kejang. Setelah terjadi kejang, perhatikan berikut ini :

  • Hari dan waktu
  • Sedang terlibat dalam aktivitas apa
  • Pemandangan yang tidak biasa, bau atau suara
  • Stres luar biasa
  • Apa yang anda makan atau berapa lama setelah anda makan
  • Tingkat kelelahan dan seberapa baik tidur anda di malam hari.

Membawa catatan harian anda ketika mengunjungi dokter akan berguna dalam menyesuaikan pengobatan dan perawatan lainnya.

Penyebabnya

Untuk 6 dari 10 yang terkena epilepsi, penyebab tidak dapat ditentukan. Berbagai hal dapat menyebabkan kejang. Kemungkinan penyebab meliputi :

  • Cedera otak traumastis
  • Jaringan parut pada otak setelah terjadi cedera otak
  • Penyakit serius atau demam yang sangat tinggi
  • Stroke, penyebab utama epilepsi pada usia 35 tahun
  • Penyakit vaskular lainnya
  • Kekurangan oksigen ke otak
  • Tumor otak atau kista
  • Demensia atau penyakit alzheimer
  • Penggunaan narkoba atau kekurangan oksigen pada saat lahir
  • Penyakit menular seperti AIDS dan meningitis
  • Gangguan genetik atau penyakit saraf

Keturunan memainkan peran penting dalam beberapa jenis epilepsi. Dalam populasi umum, ada kesempatan 1 persen terkena epilepsi sebelum usia 20 tahun. Jika anda memiliki orangtua yang menderita epilepsi terkait dengan genetika, maka anda berisiko terkena 2-5 persen.

Epilepsi dapat terjadi pada usia berapa pun. Diagnosis biasanya terjadi pada anak usia dini atau setelah usia 60 tahun.

Cara Mendiagnosis

Jika anda mengalami kejang, temui dokter secepat mungkin. Kejang dapat merupakan gejala dari masalah medis yang serius.

Riwayat medis dan gejala akan membantu dokter memberikan tes yang membantu. Anda mungkin akan melalukan pemeriksaan neurological untuk menguji kemampuan motorik dan fungsi mental.

Untuk mendiagnosa epilepsi, kondisi lain yang menyebabkan kejang harus dikesampingkan. Dokter akan memesan jumlah darah dan kimia darah yang lengkap. Tes darah dapat digunakan untuk mencari :

  • Tanda-tanda penyakit menular
  • Fungsi hati dan ginjal
  • Kadar glukosa darah.

Electroencephalogram (EEG) adalah tes yang paling umum digunakan dalam mendiagnosis epilepsi. Pertama kali elektroda akan dilekatkan pada kulit kepala menggunakan pasta. Ini adalah tes non-inovasif, tanpa rasa sakit.

Anda akan diminta untuk melakukan tugas tertentu. Dalam beberapa kasus, tes dilakukan selama anda tidur. Elektroda akan merekam aktivitas listrik dari otak anda. Apakah anda mengalami kejang atau tidak, perubahan dalam pola-pola gelombang otak normal umum pada epilepsi.

Tes ini juga dapat mengungkapkan tumor dan kelainan lain yang dapat menyebabkan kejang. Tes ini mencakup :

  • CT scan
  • MRI
  • Tomografi emisi positron (PET)
  • Emisi photon tunggal computerazed tomography

Epilepsi biasanya didiagnosis jika anda memiliki kejang tanpa alasan yang jelas.

Penanganan Epilepsi

Kebanyakan orang dapat mengelola epilepsi. Rencana pengobatan akan didasarkan pada tingkat keparahan gejala, kesehatan, dan seberapa baik anda menanggapi terapi.

Berikut beberpa opsi perawatan :

Obat anti-epilepsi : Obat-obat ini dapat mengurangi jumlah kejang yang terjadi pada anda. Pada sebagian orang bahkan dapat menghilangkan kejang. Agar efektif, obat harus dikonsumsi sesuai dosis yang ditentukan.

Stimulator saraf vagus : Perangkat ini akan mengoperasi di bawah kulit dada dan secara elektrik menstimulasi saraf yang membentang di leher. Ini dapat membantu kejang.

Ketogenic diet : Beberapa orang tidak menanggapi pengobatan ini karena tidak mendapatkan keuntungan dari diet rendah lemak dan karbohidrat ini.

Operasi otak : Area otak yang menyebabkan aktivitas kejang bisa diubah.

Penelitian untuk pengobatan baru sedang berlangsung. Salah satu pengobatan yang mungkin tersedia di masa depan adalah stimulasi otak yang dalam. Ini adalah prosedur dimana elektroda ditanamkan ke dalam otak.

Kemudian sebuah generator yang ditanamkan ke dalam dada. Generator mengirim impuls listrik ke otak untuk membantu mengurangi kejang.

Cara lain dengan melibatkan perangkat seperti alat pacu jantung. Akan memeriksa pola aktivitas otak dan mengirim muatan listrik atau obat untuk menghentikan kejang. Bedah invasif minimal dan radiosurgery juga sedang diselidiki.

Hidup Dengan Epilepsi

Epilepsi adalah gangguan kronis yang dapat mempengaruhi banyak bagian kehidupan anda. Jika anda kejang tidak terkontrol dengan baik, maka anda tidak akan diizinkan untuk mengemudi.

Karena anda tidak pernah tau kapan kejang akan terjadi, banyak kegiatan sehari-hari yang terganggu seperti menyebrang jalan yang padat bisa menjadi sangat berbahaya. Masalah ini dapat menyebabkan hilangnya kemandirian.

Beberapa komplikasi epilepsi mencakup :

  • Risiko kerusakan permanen atau kematian akibat kejang parah yang berlangsung lebih dari 5 menit.
  • Risiko kejang berulang tanpa adanya kesadaran.
  • Kematian mendadak yang tidak bisa dijelaskan dalam epilepsi, yang bisa mempengaruhi 1 persen dari penderita epilepsi.

Selain berkunjung ke dokter dan menjalani perawatan, berikut adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengatasi :

  • Menulis dan Menyimpan buku harian untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan pemicu sehingga anda dapat menghindarinya.
  • Memakai gelang peringatan medis sehingga orang tau apa yang harus dilakukan ketika anda mengalami kejang dan tidak bisa bicara.
  • Mengajari orang-orang terdekat anda tentang kejang dan apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat.
  • Mencari bantuan profesional untuk gejala depresi dan kecemasan
  • Bergabung dengan kelompok yang memberikan dukungan pada orang yang mengalami gangguan kejang
  • Merawat kesehatan dengan makan seimbang dan mendapatkan olahraga yang teratur.