Tanda Dan Gejala Pelecehan Pada Anak Yang Tidak Boleh Diabaikan

March 24, 2018

Jika Anda merasa pelecehan anak adalah sesuatu yang tidak akan pernah Anda saksikan dalam hidup Anda, sebaiknya pikirkan lagi. Anak-anak diperkirakan mengalami korban pelecehan sekitar 683.000 di Amerika Serikat, dan ini baru merupakan data yang dilaporkan.

Banyak anak lain diluar sana yang menderita secara diam-diam sementara orang-orang di sekitar mereka tidak menyadarinya. Sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab, ini adalah kekuatan anda untuk membantu anak-anak keluar dalam lingkungan ini dengan memberi bantuan konseling yang mereka butuhkan.

Jadi bagaimanakah cara anda melihat tanda-tanda peringatan pada pelecehan anak? Berikut penjelasannya.

Apakah Pelecehan Anak?

Kekerasan sangat merugikan anak, baik disengaja ataupun tidak, dilakukan oleh orangtua, pengasuh atau siapa saja yang merawat anak. Hal ini bisa dalam berbagai hal, termasuk pelecehan seksual, kekerasan fisik, pelecehan emosional dan bahkan mengabaikannya.

Ingat, anak kemungkinana akan menderita lebih dari satu jenis pelecehan atau penganiayaan, yang dikenal sebagai polyvictimization. Misalnya, seorang anak yang diabaikan sekaligus juga menghadapi kekerasan emosional atau kekerasan fisik.

Tanda-tanda Kekerasan Fisik Pada Anak

Perlindungan anak-anak menjelaskan bahwa kekerasan fisik mengacu pada cedera fisik pada seorang anak yang dilakukan oleh orangtua atau pengasuhnya. Kekerasan fisik bisa seperti pukulan, gigitan, membakar, menendang, mencekik atau menyakiti anak dalam bentuk apapun.

Hal ini bisa mengakibatkan sesuatu goresan kecil atau sebagian besar yang mengalami patah tulang atau luka bakar. Pukulan ringan sebagai bentuk tindakan pendisiplianan, seharusnya tidak menyebabkan cedera dan ini masih wajar serta tidak masuk kategori kekerasan.

Berikut beberapa tanda-tanda kekerasan fisik pada anak :

  • Laporan adanya luka dari orangtua atau wali.
  • Gigitan, memar, luka bakar, mata menghitam atau luka bakar pada anak yang tidak bisa dijelaskan.
  • Absen dari sekolah yang diikuti dengan tanda-tanda cedera pada fisik.
  • Takut pada orangtua atau pulang kerumah.
  • Takut pada orang dewasa pada umumnya.
  • Cenderung menyiksa hewan peliharaan atau hewan lain secara fisik.
  • Memakai pakaian tertutup di udara yang panas (bisa jadi dikarenakan untuk menutupi tanda cendera).
  • Kebersihan yang buruk.
    Orangtua atau wali tidak bisa menjelaskan dengan benar cedera yang terjadi pada anak.
  • Orangtua atau wali berbicara negatif tentang anak.
  • Orangtua atau wali menggunakan disiplin secara fisik yang sangat keras pada anak.

Tanda-tanda Pelecehan Seksual Pada Anak

Jika seorang anak dilecehkan secara seksual, tanda-tandanya mungkin tidak terlalu jelas seperti yang anda pikir. Penting untuk mengetahui gejalanya, seperti berikut :

  • Masalah dengan cara jalan atau duduk.
  • Mimpi buruk atau mengompol.
  • Takut untuk tidur terutama di malam hari.
  • Pengetahuan mengenai seksual di luar batas usia mereka, termasuk detail yang aneh atau tidak biasa.
  • Bertingkah laku seksual yang sibuk dengan diri mereka sendiri.
  • Depresi.
  • Penarikan diri dari kehidupan sosial.
  • Kurang percaya diri.
  • Merasa tidak berharga.
  • Rasa sakit atau gatal di daerah genital.
  • Pendarahan atau memar di daerah genital.
  • Pakaian yang bernoda, robek atau berdarah.
  • Infeksi saluran kencing.
  • Penyakit kelamin.
  • Orangtua yang memiliki hubungan seksual yang buruk.
  • Anak yang sering ditinggal tanpa pengawasan.
  • Orang dewasa yang ada di rumah selalu berbeda-beda.
  • Orangtua atau wali terlalu posesif.

Tanda-tanda Pelecehan Emosional Atau Psikologis Pada Anak

Sangat mudah untuk mengabaikan kekerasan emosional karena ini tidak menimbulkan bahaya fisik secara langsung pada anak. Namun, hal ini ternyata bisa menjadi sangat berbahaya.

Jika dibiarkan maka akan membuat anak bermasalah pada mental yang serius dan juga masalah kesehatan bahkan mendorong mereka untuk bunuh diri. Berikut adalah beberapa tanda pelecehan emosional atau psikologis pada anak.

  • Sangat pasif dan terlalu tunduk atau sangat agresif dan terlalu menuntut.
  • Prilaku terlalu kekanak-kanakan atau berprilaku seperti orang dewasa.
  • Perkembangan emosional dan fisik yang tertunda.
  • Tidak ada rasa kasih sayang pada orangtua.
  • Ada usaha untuk bunuh diri.
  • Orangtua atau wali menolak anak secara terang-terangan.
  • Orang tua atau wali tidak peduli pada anak.
  • Orang tua atau wali tidak memberi bantuan terhadap masalah yang dialami anak.
  • Orang tua atau wali selalu memarahi atau menyalahkan anak.

Mengabaikan Bisa Menjadi Lebih Buruk

Ada alasan mengabaikan lebih sering muncul sebagai pelecehan ketika menyangkut masalah keamanan anak. Mengabaikan dapat merusak anak. Kurangnya perhatian, kasih sayang dan cinta bisa menempatkan anak pada risiko jangka panjang terhadap masalah psikologis atau emosional.

Hal ini juga bentuk umum dari penganiayaan anak-anak. Sebanyak tiga seperempat dari anak-anak yang diabaikan menderita penganiayaan. Berikut adalah tanda-tanda umum dari mengabaikan, serta beberapa tanda khusus.

  • Pakaian yang tidak pas, kotor atau sobek.
  • Kebersihan diri yang buruk dan bau badan.
  • Anak yang lapar dan mencari makanan ke toko-toko.
  • Tanda kekurangan gizi seperti perut buncit dan hanya terlihat tulang.
  • Tinggi yang kurang dari normal serta berat badan yang rendah.
  • Mengantuk, lesu dan lelah.
  • Masalah gigi atau masalah medis lainnya yang tidak diobati.
  • Tidak sekolah dan tidak mengerjakan PR.
  • Sering pindah sekolah.
  • Orangtua atau wali tidak peduli pada anak.
  • Orangtua atau wali bertindak negatif pada anak.
  • Masalah kesehatan mental seperti depresi atau apatis.
  • Penyalahgunaan alkohol atau obat oleh orangtua atau wali.
  • Orangtua atau wali bergantung pada anak.

Mengabaikan Fisik

Jika orang dewasa bertanggung jawab atas anak tidak merawat kesehatan fisik mereka dengan memberi makanan, air, tempat berteduh dan pakaian yang mereka butuhkan, ini dapat membahayakan anak.

  • Ditinggalkan oleh orangtua atau wali.
  • Ditinggalkan tanpa pengawasan.
  • Meninggalkan anak dengan pengasuh yang tidak sesuai.
  • Tidak menyediakan cukup makanan dan minuman sehat.
  • Tidak memberikan pakaian yang layak.
  • Memberikan lingkungan yang tidak aman dan tidak sehat.
  • Kebersihan pribadi anak tidak dirawat.
  • Orangtua atau wali meninggalkan anak dalam perawatan orang lain selama beberapa hari atau minggu.

Mengabaikan Emosional

Tidak adanya cinta dan kasih sayang dari orang-orang dewasa dalam hidup mereka dapat mempengaruhi perkembangan dan kesejahteraan mereka.

  • Kasih sayang dan dukungan emosional yang diabaikan.
  • Sering melakukan kekerasan yang ekstrim.
  • Kekerasan dalam rumah tangga.
  • Keterlibatan dalam kejahatan.
  • Menjauhkan anak dari teman-teman seusianya.
  • Menjauhkan anak dari orang-orang yang mereka sayangi.

Mengabaikan Masalah Medis

Tidak memberikan pengobatan pada anak yang penting untuk kesehatan mereka merupakan kelalaian medis.

  • Tidak memberikan pengobatan pada anak ketika mengalami cedera atau sakit yang serius.
  • Tidak melakukan perawatan gigi.
  • Tidak mengikuti rekomendasi medis yang diberikan oleh dokter.

Mengabaikan Pendidikan

Ketika seorang anak tidak diberikan pendidikan yang seharusnya mereka dapatkan, ini memenuhi syarat sebagai pengabaian masalah pendidikan pada anak. Hal ini adalah tanggung jawab orang tua atau pengasuh.

  • Tidak memberikan akses pendidikan pada anak.
  • Mengizinkan anak untuk tidak masuk sekolah.
  • Tidak memberikan pendidikan khusus yang diperlukan anak.

Anak-anak yang masih lebih muda tidak bisa mengekspresikan apa yang mereka alami, misalnya seperti bayi dan balita yang mengalami penganiayaan. Data korban dari berbagai umur mengunkapkan bahwa anak-anak berusia satu tahun dan dibawahnya memiliki tingkat tertinggi dari ancaman penganiayaan.

Sekitar 24 dari 1000 anak menjadi korban, perlu pengawasan ketat dan pengetahuan mengenai gejala pelecehan ini. Anda harus melihat contoh kemungkinan dari pelecehan, dan berbicara dengan anak atau menelpon bantuan pelecehan anak di daerah anda.