Waspada Muncul Ruam Pada Tubuh, Bisa Jadi Gejala Rubella

February 5, 2018

Rubella disebabkan oleh virus rubella yang menyebabkan kerusakan parah pada anak yang belum lahir. Jumlah kasus rubella telah menurun secara drastis berkat program vaksinasi tetapi virus ini belum sepenuhnya teratasi.

Rubella penyakit menular yang kebanyakan mempengaruhi anak-anak dengan gejala seperti ruam, demam dan kemerahan mata. Biasanya gejala ringan ini terjadi pada anak-anak, tetapi bisa menjadi masalah serius terhadap wanita hamil.

Cara terbaik untuk melindungi diri dan anak-anak dari infeksi virus ini dengan mendapatkan vaksinasi campak, gondok dan rubella.

 

Beberapa fakta tentang rubella :

  • Rubella adalah bahasa latin yang artinya “sedikit merah”.
  • Virus rubella ditularkan melalui udara seperti batuk.
  • Virus rubella dapat melintasi plasenta dan mempengaruhi janin.
  • Kira-kira setengah dari kasus rubella mengalami sedikit gejala.
  • Gejala rubella yang paling sering yaitu, ruam dan gejala lain seperti sakit kepala, pilek dan demam.
  • Diagnosis bisa diuji melalui darah atau sampel air liur.
  • Tidak ada obat untuk mempersingkat infeksi rubella.
  • Vaksin rubella satu-satunya untuk pencegahan.
  • Pada wanita hamil dapat menyebabkan congenital rubella syndrome pada anak yang belum lahir.
  • Congenital rubella syndrome adalah penyebab ketulian bawaan.

Berikut pembahasan tentang rubella.

Apa Itu Rubella ?

Rubella atau dikenal juga dengan campak Jerman adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam merah pada tubuh. Selain ruam, orang yang terkena virus ini biasanya akan demam dan terjadi pembengkakan kelenjar getah bening.

Infeksi bisa menyebar dari orang ke orang melalui udara setiap kali seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Juga dengan berbagi makanan atau minuman dengan seseorang yang sudah terinfeksi rubella.

Rubella sangat langka terjadi di Amerika Serikat. Pada saat pengenalan vaksin rubella pada tahun 1960an, rubella menurun secara signifikan. Namun, kondisi ini masih banyak terjadi di beberapa wilayah di dunia. Terutama mempengaruhi anak-anak, diantaranya berusia 5 dan 9 tahun, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Rubela biasanya berupa infeksi ringan yang berlangsung selama satu minggu, bahkan tanpa pengobatan. Namun, akan menjadi kondisi yang sangat serius jika terjadi pada wanita hamil, karena dapat menyebabkan congenital rubella syndrome pada janin.

Congenital rubella syndrome dapat mengganggu perkembangan bayi dan menyebabkan cacat lahir yang serius, kelainan jantung, tuli dan kerusakan otak. Penting untuk mendapatkan pengobatan segera jika anda sedang hamil dan diduga terinfeksi rubella.

Gejala Yang Terjadi

Gejala rubella kadang sangat ringan sehingga sulit untuk dikenali. Ketika gejala muncul, biasanya berkembang dalam waktu dua sampai tiga minggu setelah terinfeksi dan berlangsung sekitar tiga sampai tujuh hari meliputi :

  • Ruam merah yang dimulai pada wajah dan kemudian menyebar keseluruh tubuh.
  • Demam ringan, biasanya dibawah 38 derajat.
  • Membengkaknya kelenjar getah bening.
  • Hidung berair atau tersumbat.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Mata merah dan meradang.

Walaupun gejala-gejala ini ini mungkin tidak tampak serius, anda harus menghubungi dokter jika anda mencurigai anda memiliki tanda-tanda seperti yang disebutkan diatas. Hal ini terutama jika anda sedang hamil.

Dalam kasus yang jarang, rubella dapat menyebabkan infeksi telinga dan pembengkakan otak. Gejala lainnya bisa berupa sakit kepala yang berkepanjangan, sakit telinga, kaku leher.

Congenital rubella syndrome yang terjadi pada wanita hamil terinfeksi melalui plasenta. Infeksi ini dapat memicu keguguran atau menyebabkan kerusakan parah pada janin yang sedang masa pertumbuhan juga menjadi penyebab ketulian bawaan.

Jika terinfeksi pada trisemester pertama ada 51 persen kesempatan bahwa janin akan terpengaruh. Kemungkinan ini dapat turun menjadi 23 persen jika trinfeksi pada 13-26 minggu setelah pembuahan. Seringkali lebih dari satu cacat yang akan dialami, dan tuli yang paling umum. Efek pada bayi mencakup:

  • Tuli atau gangguan pendengaran
  • Katarak
  • Penyakit jantung bawaan
  • Anemia
  • Hepatitis
  • Keterlambatan perkembangan
  • Retinopati (kerusakan akut pada retina)
  • Masalah hati, limpa atau sumsum tulang
  • Kepala kecil
  • Berat lahir rendah
  • Micrognathism (rahang kecil).

Saat anak berkembang, mungkin ada kondisi lain yang muncul seiring bertambah usia mereka. Ini bisa saja seperti autisme, schizophrenia, ketidakmampuan belajar dan diabetes.

Pencegahan Yang Dapat Dilakukan

Cara efektif untuk mencegah rubella adalah melalui vaksinasi yang bersamaan dengan campak dan gondok vaksin MMR mencegah penularan dan telah digunakan selama 40 tahun. Vaksin diberikan pada usia 12-15 bulan dengan dosis kedua pada usia 4-6 tahun.

Orang dewasa berikut yang mendapatkan vaksin MMR :

  • Siswa
  • Orang-orang yang bekerja dalam bidang kesehatan
  • Wanita usia subur
  • Wisatawan internasional

Orang dewasa berikut yang tidak perlu vaksin MMR :

  • Siapapun dengan tes darah yang menampilkan bahwa mereka kebal terhadap campak, gondok dan rubella.
  • Orang-orang yang lahir sebelum 1957 yang tidak berencana hamil..
  • Siapa saja yang telah memiliki dua dosis MMR atau satu dosis MMR ditambah dosis kedua dari vaksin campak.
  • Siapa saja yang telah memiliki satu dosis MMR dan tidak berisiko terhadap campak atau gondok.

Seseorang yang berencana akan hamil atau orang hamil dalam 4 minggu ke depan seharusnya tidak mendapat suntikan. Dan bagi yang sedang sakit harus menunggu sembuh sebelum di vaksinasi.

Efek samping dari vaksin, yaitu kira-kira 15 persen akan menderita demam ringan sekitar 7-12 hari dan 5 persen akan mendapatkan ruam kecil. Orang dewasa atau remaja perempuan sebagian akan mengalami nyeri sendi. Kurang dari 1 banding 1.000.000 orang memiliki reaksi parah.