Waspadai Gejala Dan Tanda Awal Demensia Vaskular Berikut

March 1, 2018

Demensia vaskular bukanlah suatu penyakit, ini merupakan gejala yang menunjukan terjadinya gangguan pada otak. Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada penurunan masalah memori dan kemampuan kognitif.

Demensia vaskular terjadi ketika sel-sel otak rusak atau sel-sel saraf berhenti bekerja. Banyak faktor risiko terjadinya demensia termasuk penuaan, riwayat keluarga, merokok, penggunaan alkohol berat, aterosklerosis, tekanan darah tinggi dan rendah, tingkat kolesterol tinggi, diabetes, depresi, tingkat estrogen yang tinggi serta penyakit lainnya.

Dalam kasus kerusakan otak, gejala vaskular demensia dapat memburuk dengan cepat, membuat kegiatan sehari-hari sulit dilakukan. Demensia Vaskular akan menjadi lebih buruk secara tiba-tiba. Namun, tingkat perkembangan bervariasi dan sulit diprediksi jika gejalanya memburuk.

Gejala Dan Tanda Awal Demensia Vaskular

Gejalanya bisa bervariasi karena mereka bergantung pada daerah otak yang rusak dan tingkat keparahan kerusakan pada pembuluh darah. Berikut beberapa gejala awal demensia vaskular.

Depresi

Dalam sebuah studi dari orang-orang yang menderita demensia vaskular, 11,8 persen mengalami depresi jika dibandingkan dengan hanya 3,9 persen orang yang tidak mengalaminya. Beberapa gejala kesedihan, insomnia dan mood harian yang terjadi dapat dibedakan dari depresi demensia vaskular.

Seperti keterbelakangan, lekas marah dan penurunan berat badan yang terjadi pada pasien demensia. Oleh karena itu, jika anda mengalami gejala-gejala seperti ini, anda tidak boleh mengabaikannya.

Kehilangan Memori Jangka Pendek

Dalam tahap awal, orang yang menderita demensia sering kehilangan memori jangka pendek. Misalnya, orang yang mengalami demensia lupa nama selebriti atau orang-orang yang mereka tahu, melupakan kejadian atau tempat. Kehilangan memori dapat menjadi cukup parah dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari pasien.

Karena kehilangan memori jangka pendek ini, mereka akan bertanya kepada orang di sekitar mereka dengan pertanyaan yang sama dalam beberapa kali. Hal ini terjadi karena kerusakan otak yang menyebabkan peradangan serta perubahan biologis lainnya yang mencegah hubungan antara sel-sel otak.

Sebuah studi menyatakan bahwa orang-orang yang menderita demensia dapat mulai kehilangan kesadaran akan masalah-masalah memori mereka beberapa tahun sebelum terjadinya demensia.

Kehilangan memori itu sebenarnya adalah salah satu gejala yang umum dari demensia, sehingga perlu untuk diperhatikan.

Perubahan Suasana Hati

Perubahan suasana hati seperti tertekan, takut, curiga atau cemas juga bisa menjadi tanda demensia. Pada kenyataanya, depresi ringan begitu umum di kalangan pasien yang memderita demensia.

Karena sering terjadi perubahan suasana hati, maka akan terjadi perubahan dalam kepribadiaan seseorang. Misalnya, orang yang pemalu untuk keluar rumah maka tiba-tiba akan menjadi sering keluar. Anda juga dapat menjadi mudah marah ketika anda keluar dari zona yang nyaman atau rutinitas anda terganggu.

Gejala awal perubahan suasana hati ini sulit dikenali dalam diri seseorang, namun mudah terlihat oleh orang lain.

Mengabaikan Kebersihan Dan Perawatan Pribadi

Demensia memiliki efek pada otak, sehingga orang-orang yang mengalami demensi vaskular sering lupa untuk mandi, menyikat gigi, menyisir rambut, mengganti pakaian, memotong kuku bahkan ke toilet.

Secara bertahap, mereka mulai tidak tertarik dengan perawatan serta kebersihan pribadi. Bahkan mungkin mereka lupa kapan terakhir kali menggosok gigi atau mandi. Mereka akan menolak bantuan apapun untuk mempertahankan harga diri mereka.

Gejala-gejala ini akan mudah dilihat pada orang-orang yang dulunya menjaga kebersihan dan perawatan diri di masa lalu, tetapi sekarang berhenti melakukannya.

Lupa Meletakan Sesuatu

Terkadang anda suka lupa, dimana meletakan ponsel atau kunci rumah dan itu adalah hal yang masih wajar. Namun, ketika anda lebih sering lupa meletakan sesuatu dan tidak bisa menemukannya, ini mungkin menunjukan beberapa jenis kognitif masalah seperti demensia.

Selama tahap awal demensia vaskular, anda akan sering salah atau menempatkan benda-benda di tempat yang tidak biasa. Dan, anda kehilangan kemampuan untuk mengingatnya kembali. Karena tidak ditemukan juga anda cenderung menuduh oran lain yang mengambilnya.

Apabila anda sering melakukan ini, tapi anda masih bisa mengingat dan menemukannya kembali, maka itu disebabkan oleh faktor umur bukan demensia.

Kebingungan

Orang yang mengalami demensia akan menunjukan gejala kebingungan dan berkurangnya kosentrasi. Karena kehilangan memori serta masalah yang muncul dengan komunikasi, kebingungan akan meningkat. Kebingungan dapat muncul mengenai hal, tempat dan waktu.

Anda menjadi bingung tentang masa lalu, sekarang dan masa depan. Bersama dengan kebingungan, pasien dengan demensia memiliki masalah dalam berkosentrasi dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk melakukan kegiatan sehari-hari daripada yang mereka lakukan sebelumnya.

Jika tidak ditangani dengan benar, kebingungan akan berubah menjadi delirium.

Kurangnya Inisiatif

Pasien yang menderita demensia vaskular akan kehilangan minat dalam kegiatan atau hobi yang mereka lakukan dulu. Mereka hanya menunjukan sedikit minat dalam melakukan kegiatan pergi dengan teman-teman atau bersama anggota keluarga.

Sebaliknya, pasien dengan demensi memilih untuk tidur atau menonton televisi selama berjam-jam tanpa adanya keinginan melakukan apapun.

Kesulitan Mengkomunikasikan Pikiran

Pasien demensia sering memiliki masalah dalam menjelaskan sesuatu kepada orang lain. Selain itu, mereka juga kesulitan dalam berkomunikasi secara langsung dan tertulis. Ini dapat dihubungkan dengan kehilangan memori .

Misalnya, anda lupa dengan nama orang yang anda ajak bicara atau lupa dengan kata-kata yang anda ucapkan. Maka, berbicara dengan orang penderita demensia agak sulit dan memakan waktu.

Sering Tersandung Dan Jatuh

Penderita demensi sering terjatuh sendiri. Hal ini terjadi karena mereka memiliki masalah dengan persepsi spasial dan visual, yang membuat mereka sering jatuh.

Sebenarnya masalah keseimbangan dan berjalan sering terjadi bahkan jika pasien mengalami masalah kognitif ringan. Sebuah studi menunjukan demensia merupakan faktor risiko utama sering terjatuh.

Beberapa gejala demensia vaskular yang mungkin anda alami:

  • Melewatkan baris saat membaca
  • Kehilangan keterampilan motorik dan rasa bau serta sentuhan
  • Melihat hal-hal yang tidak ada
  • Kesulitan dalam mengendalikan buang air kecil
  • Menangis dan tertawa yang tak terkendali
  • Kesulitan dalam melakukan tugas-tugas yang membutuhkan banyak langkah
  • Kelemahan otot.

Gejala-gejala diatas menunjukan bahwa telah terjadi beberapa kerusakan otak. Anda yang mengalami gejala-gejala ini segera melakukan pengobatan. Jika anda mengalami gejala awal, temui dokter segera karena memperlambatnya lebih baik jika didiagnosa lebih dini.

Jika anda khawatir orang disekitar anda mengalami gejala ini, dorong mereka untuk pergi menemui dokter dan anda bisa menyarankan untuk pergi bersamanya. Demensia vaskular dapat memiliki gejala dan penyebab yang berbeda.

Dokter dapat melakukan beberapa tes untuk mengetahui apa penyebab dibalik kondisi yang sedang anda alami dan mengarahkan anda ke pengobatan yang tepat.